Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
BERITA

Abu Vulkanik Krakatau Mereda, Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Kembali Beroperasi Normal

Oleh Emanuel September 8, 2026 27 minutes lalu 0 komentar

Dua bandara utama di Jakarta, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), telah kembali beroperasi normal pada hari ini, Rabu (26/4/2023). Keputusan ini diambil setelah sebelumnya operasional kedua bandara tersebut terganggu akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penutupan sementara ini berdampak pada sejumlah penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan. Pihak pengelola bandara terus memantau perkembangan kondisi dan bekerja sama dengan badan meteorologi serta otoritas penerbangan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Manajer Senior of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M. Suryo, menyatakan bahwa penutupan bandara dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat. “Kami memutuskan untuk menutup bandara demi keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Suryo. Keputusan ini didasarkan pada rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menginformasikan adanya sebaran abu vulkanik yang cukup luas.

Akibat penutupan ini, sejumlah penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan. PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta berupaya meminimalkan dampak terhadap penumpang. “Kami terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memberikan informasi terkini kepada penumpang,” tambah Suryo. Penumpang yang terdampak dihimbau untuk menghubungi pihak maskapai masing-masing untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan pengganti atau opsi refund.

Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma juga mengalami dampak serupa. Meskipun tidak seramai Bandara Soekarno-Hatta, operasional bandara militer dan sipil ini juga terhenti untuk sementara waktu. Pihak pengelola bandara memastikan bahwa seluruh prosedur operasional akan kembali normal seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan kualitas udara dari abu vulkanik.

Keputusan pembukaan kembali kedua bandara ini diambil setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap sebaran abu vulkanik dan dipastikan tidak lagi membahayakan operasional penerbangan. Kondisi ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas penerbangan yang sempat terganggu dan mengurangi kerugian yang dialami oleh maskapai serta penumpang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp