Adidas akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait kontroversi yang timbul dari iklan sepatu terbarunya, Single Shoe. Iklan tersebut menampilkan seorang mantan tentara Israel, yang kemudian memicu reaksi beragam dan kritik dari berbagai pihak.
Permohonan maaf ini dilontarkan Adidas setelah menyadari bahwa penayangan iklan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan. Perusahaan apparel olahraga ternama ini menyatakan penyesalan mendalam atas dampak yang ditimbulkan, sembari menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung perasaan siapa pun.
Iklan yang menjadi sorotan tersebut memperlihatkan seorang individu yang diketahui pernah bertugas di militer Israel. Munculnya sosok tersebut dalam materi promosi Adidas dianggap sebagai langkah yang sensitif, terutama mengingat situasi geopolitik yang tengah berlangsung di wilayah tersebut. Hal ini berujung pada gelombang protes dan seruan boikot yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam pernyataannya, Adidas menekankan komitmennya untuk selalu menghormati semua pihak dan tidak berniat untuk membuat pernyataan politik melalui kampanye pemasarannya. Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Adidas dalam menjaga citra positif dan hubungan baik dengan konsumennya di seluruh dunia.
