Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Pochettino Jalin Visi Besar untuk Sepak Bola Amerika Serikat: Jadi Kekuatan Dunia pada 2030

Oleh Herfansyah September 8, 2026 27 minutes lalu 0 komentar

Pelatih kepala tim nasional pria Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, telah menegaskan ambisinya untuk mentransformasi sepak bola di negara tersebut menjadi salah satu kekuatan dominan di kancah global. Pernyataan ini muncul seiring persiapan tim menghadapi jeda internasional mendatang dan menghadapi tugas besar pasca-kegagalan di Piala Dunia.

Pochettino, yang sebelumnya pernah menukangi Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain, bergabung dengan timnas AS pada tahun 2024. Kedatangannya awalnya dipandang sebagai solusi jangka pendek untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia yang akan diselenggarakan di kandang sendiri dalam lebih dari tiga dekade. Namun, seiring berjalannya waktu, baik Pochettino maupun federasi sepak bola AS (US Soccer) melihat potensi yang lebih besar, yang berujung pada perpanjangan kontrak pada Agustus lalu.

Fokus utama Pochettino saat ini adalah membimbing timnas AS untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Namun, visi juru taktik asal Argentina ini melampaui sekadar kualifikasi. Bersama US Soccer, ia memiliki target yang lebih ambisius, yakni merombak struktur sepak bola di Amerika Serikat secara fundamental.

Dalam sebuah wawancara, Pochettino menyoroti pentingnya memanfaatkan momen ini untuk membangun fondasi yang kuat. Ia secara khusus menyebutkan nama striker muda Folarin Balogun, yang perjalanannya dalam dunia sepak bola, termasuk potensinya untuk bermain di Olimpiade LA, menjadi bagian dari strategi jangka panjang. “Kami ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai salah satu negara paling kuat dalam sepak bola,” ujar Pochettino, menekankan komitmennya terhadap visi ini.

Agenda terdekat timnas AS adalah empat pertandingan persahabatan pada akhir September dan awal Oktober melawan Peru, Chile, Meksiko, dan Kanada. Meskipun pertandingan-pertandingan ini penting untuk evaluasi dan strategi tim, Pochettino menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah langkah awal menuju tujuan yang lebih besar. Ia juga membahas isu pemain dwi-kewarganegaraan yang menjadi aset penting dalam upaya membangun skuad yang kompetitif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp