Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan niatnya untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden tahun depan. Pernyataan ini muncul di tengah gelombang tekanan yang meminta dirinya untuk mundur akibat rencana penjualan saham turnamen FIFA kepada investor swasta.
Infantino, yang berusia 56 tahun, berada di Polandia pada hari Sabtu untuk menghadiri Piala Dunia Wanita U-20. Saat dimintai keterangan oleh awak media mengenai masa depannya, ia memilih untuk tidak memberikan jawaban langsung. Keputusannya untuk tetap maju memicu kontroversi lebih lanjut, terutama setelah upayanya untuk menjual saham dalam turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.
Upaya penjualan saham ini telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, dengan UEFA menjadi salah satu organisasi yang paling vokal menyerukan pengunduran diri Infantino. Federasi sepak bola Eropa tersebut memimpin seruan agar presiden FIFA saat ini menghentikan ambisinya untuk memegang jabatan tersebut lebih lama lagi. Kritikus berpendapat bahwa rencana tersebut berpotensi mengkomersialkan sepak bola secara berlebihan dan mengabaikan kepentingan jangka panjang olahraga.
Meskipun menghadapi tekanan signifikan untuk mundur, Infantino tetap kukuh pada pendiriannya. Ia tampaknya bertekad untuk melanjutkan kepemimpinannya di badan sepak bola dunia, terlepas dari perdebatan sengit yang melingkupinya.
