Sunday, 6 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Keberlanjutan: Dari CSR Menjadi Kunci Daya Saing Korporasi

Oleh Yohanes September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perusahaan kini melihat keberlanjutan (sustainability) bukan lagi sekadar kewajiban lingkungan atau tanggung jawab sosial semata. Tren ini bergeser menjadi elemen krusial dalam strategi bisnis untuk mengerek efisiensi operasional dan memperkuat daya saing di pasar global.

Pergeseran paradigma ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat. Hal ini diakui oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Djatmiko Bris Witjaksono, yang menyatakan bahwa keberlanjutan telah menjadi agenda penting dalam perdagangan internasional.

Djatmiko menjelaskan, “Keberlanjutan kini menjadi agenda penting dalam perundingan perdagangan internasional, dan menjadi syarat bagi produk untuk bisa masuk ke pasar negara maju.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya adopsi praktik berkelanjutan bagi perusahaan Indonesia agar produknya tidak tertinggal dalam persaingan global, terutama di pasar negara-negara maju yang semakin ketat regulasinya terkait isu lingkungan dan sosial.

Lebih lanjut, Djatmiko menekankan bahwa ada beberapa hal yang menjadi sorotan utama dalam perundingan keberlanjutan, termasuk isu emisi karbon, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah. “Ada beberapa isu yang selalu menjadi sorotan dalam perundingan keberlanjutan, yaitu emisi karbon, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah,” ujarnya.

Upaya pemerintah dalam mendorong praktik keberlanjutan di kalangan korporasi terlihat melalui berbagai program dan fasilitasi. Kementerian Perdagangan, misalnya, terus berupaya memfasilitasi pelaku usaha agar dapat memenuhi standar keberlanjutan yang berlaku di pasar internasional. Hal ini termasuk memberikan edukasi dan pendampingan agar perusahaan dapat mengimplementasikan praktik-praktik yang ramah lingkungan dan sosial.

Adaptasi terhadap standar keberlanjutan ini tidak hanya penting untuk memenuhi regulasi ekspor, tetapi juga untuk membangun citra positif perusahaan di mata konsumen dan investor. Perusahaan yang proaktif dalam menerapkan keberlanjutan cenderung lebih resilien dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim, serta mampu menarik minat investor yang semakin peduli pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dengan demikian, keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis bagi korporasi Indonesia untuk dapat bertahan dan berkembang di era ekonomi global yang dinamis dan semakin sadar lingkungan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp