Sunday, 6 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Jepang Tercekik Tagihan Impor Minyak: Rp1.338 Triliun dalam Setahun

Oleh Yohanes September 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Jepang mencatat rekor tagihan impor minyak mentah yang fantastis, mencapai angka mencengangkan sebesar 10,9 triliun yen atau setara Rp1.338 triliun sepanjang tahun 2022. Angka ini mencerminkan lonjakan biaya energi yang dialami Negeri Sakura, yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk.

Ketergantungan Jepang pada minyak mentah Teluk, yang merupakan tulang punggung energinya, kini berhadapan dengan tantangan serius. Gangguan pasokan dan fluktuasi harga global telah memukul telak neraca perdagangan negara tersebut. Kondisi ini menjadikan Jepang sebagai salah satu negara yang paling merasakan dampak negatif dari krisis energi global.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Koichi Hagiuda, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi ini. Ia menyatakan bahwa pada tahun lalu, Jepang mengimpor minyak mentah senilai 10,9 triliun yen. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pencatatan dimulai. “Ini adalah angka tertinggi yang pernah tercatat,” ujar Hagiuda dalam sebuah pernyataan.

Lonjakan tagihan impor minyak ini tidak terlepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Perang di Ukraina dan berbagai faktor geopolitik lainnya telah memicu volatilitas harga energi secara global. Jepang, sebagai salah satu importir minyak mentah terbesar di dunia, mau tidak mau harus menanggung beban biaya yang semakin berat.

Selain minyak mentah, Jepang juga mengalami lonjakan biaya impor gas alam cair (LNG) dan batu bara. Total impor energi Jepang pada tahun 2022 melonjak drastis hingga 30,7 triliun yen, atau sekitar Rp3.773 triliun. Angka ini juga merupakan rekor tertinggi dalam sejarah impor energi Jepang.

Dampak dari lonjakan biaya impor energi ini diperkirakan akan terus berlanjut, memberikan tekanan pada perekonomian Jepang. Inflasi yang tinggi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah Jepang dalam beberapa waktu ke depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp