Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan, menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ancaman ini memerlukan perhatian serius mengingat dampak langsung yang dapat ditimbulkan pada kualitas udara dan kesehatan warga.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Emblem, menegaskan pentingnya langkah antisipatif. “Kami mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, dan PPOK, untuk lebih berhati-hati dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk akibat abu vulkanik,” ujar dr. Emblem dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (27/6/2024).
Abu vulkanik yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan, memicu reaksi alergi, dan memperburuk kondisi bagi penderita penyakit pernapasan kronis. Selain itu, partikel halus dalam abu dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan peradangan jangka panjang jika terpapar secara terus-menerus.
Menyikapi potensi risiko ini, Dinkes Kota Tangerang merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah, untuk menyaring partikel abu vulkanik agar tidak terhirup. Menutup jendela dan pintu rumah juga disarankan untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk membersihkan genangan air yang mungkin bercampur dengan abu, penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Bagi mereka yang merasakan gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi tenggorokan, disarankan segera mencari pertolongan medis.
Dinkes Kota Tangerang terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), untuk mendapatkan informasi terkini mengenai sebaran abu vulkanik. Informasi ini akan menjadi dasar bagi Dinkes dalam mengeluarkan imbauan dan rekomendasi lanjutan demi menjaga kesehatan masyarakat.
