Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan penekanan penting mengenai pentingnya keutuhan dan stabilitas kepengurusan di tubuh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Pesan ini disampaikan untuk mencegah potensi terjadinya dualisme kepemimpinan yang dapat mengganggu jalannya organisasi.
Erick Thohir secara tegas meminta agar tidak ada lagi kerancuan atau persaingan kepengurusan yang tidak sehat di dalam Pengurus Besar (PB) IPSI. Menurutnya, persatuan dan kesatuan adalah kunci utama agar pencak silat sebagai warisan budaya bangsa dapat terus berkembang dan berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
“Saya minta PB IPSI ini jangan sampai ada dualisme. Harus satu,” ujar Erick Thohir dalam pernyataannya yang menekankan pentingnya singularitas kepemimpinan dalam organisasi olahraga tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan kekhawatiran Menpora terhadap potensi perpecahan yang dapat menghambat kemajuan.
Lebih lanjut, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya peran PB IPSI dalam membina para atlet pencak silat. Ia berharap organisasi ini dapat bekerja secara optimal untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang bergengsi. Dengan kepengurusan yang solid, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Selain itu, Erick Thohir juga berpesan agar PB IPSI dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini mencakup pengembangan teknik, strategi, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan kejuaraan agar pencak silat tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.
Harapan besar disematkan pada kepengurusan PB IPSI saat ini untuk dapat mengelola organisasi dengan baik, mengedepankan profesionalisme, dan menjaga marwah pencak silat sebagai olahraga kebanggaan Indonesia. Dengan satu kepemimpinan yang kuat, diharapkan segala program kerja dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.
