Saturday, 5 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Daratan Picu Kekhawatiran Publik

Oleh Herfansyah September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami serangkaian erupsi, dengan setidaknya sepuluh kali letusan tercatat. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan warganet yang melaporkan terdengarnya suara dentuman di beberapa wilayah, mengaitkannya dengan aktivitas vulkanik tersebut.

Sejak awal tahun 2024, Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan peningkatan aktivitasnya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin memantau kondisi gunung berapi yang terletak di Selat Sunda ini. Laporan terakhir mencatat adanya sepuluh kali letusan dalam satu hari, yang mengindikasikan adanya energi yang dilepaskan dari dalam perut bumi.

Suara dentuman yang dilaporkan terdengar di beberapa daerah pesisir, seperti Lampung Selatan dan Banten, menambah daftar kekhawatiran masyarakat. Warganet ramai membicarakan fenomena ini di berbagai platform media sosial. Salah satu pengguna Twitter, @Nisaa_Nuraini, misalnya, melalui akunnya pada Senin (15/4/2024) pukul 09.30 WIB, menuliskan, “Ya Allah, kok kupingku denger suara dentuman keras banget dari arah laut. Itu Anak Krakatau ya? Semoga aman-aman aja deh.” Unggahan serupa juga datang dari akun @Budi_Santoso yang pada hari yang sama pukul 10.15 WIB, menyatakan, “Ada yang denger suara jedar-jeder gitu gak sih? Kayaknya dari arah laut. Jangan-jangan ada apa-apa sama Krakatau.”

Menanggapi kekhawatiran publik, PVMBG terus memberikan informasi terkini mengenai status aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II Waspada. Pihak PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mereka juga menekankan pentingnya mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan, terutama larangan bagi masyarakat untuk mendekati kawah gunung dalam radius tertentu.

PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Data seismik dan visual terus dikumpulkan untuk menganalisis potensi bahaya yang mungkin timbul. Edukasi publik mengenai mitigasi bencana gunung berapi juga terus digalakkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp