Destry Damayanti, sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), memegang peranan krusial dalam merumuskan dan mengarahkan kebijakan moneter dan ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, BI berfokus pada dua pilar utama: menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sebuah kesempatan, Destry Damayanti menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan struktural untuk mencapai tujuan tersebut. Ia menyatakan, “Koordinasi kebijakan yang kuat antarlembaga adalah kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.” Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Salah satu fokus utama kebijakan BI yang dipimpin Destry adalah pengendalian inflasi. Data menunjukkan bahwa inflasi Indonesia berhasil dijaga dalam rentang target BI, menunjukkan efektivitas langkah-langkah yang diambil. Hal ini dicapai melalui berbagai instrumen, termasuk pengelolaan suku bunga acuan dan operasi pasar terbuka. Destry juga menyoroti pentingnya ekspektasi inflasi yang stabil di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Selain stabilitas, BI di bawah arahan Destry juga aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor-sektor unggulan dan UMKM. Program-program pemberdayaan UMKM, termasuk akses pembiayaan dan digitalisasi, menjadi prioritas. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan yang inklusif,” ujar Destry Damayanti. Upaya ini sejalan dengan strategi BI untuk memperluas basis ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Dalam menghadapi ketidakpastian global, seperti kenaikan suku bunga bank sentral negara maju dan gejolak geopolitik, Destry Damayanti menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Kebijakan yang diambil bertujuan untuk meredam dampak negatif dari faktor eksternal terhadap perekonomian domestik. BI terus memantau perkembangan global secara cermat dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor.
Lebih lanjut, Destry Damayanti juga menggarisbawahi peran penting inovasi dan digitalisasi dalam sistem keuangan Indonesia. BI mendorong pengembangan teknologi finansial (fintech) dan pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi, inklusivitas, dan keamanan transaksi keuangan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi digital dan mempercepat inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
