Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) melayangkan gugatan balasan terhadap langkah hukum yang diambil oleh Union of European Football Associations (UEFA) di pengadilan federal Amerika Serikat. Melalui pengajuan dokumen pada awal pekan ini, pengacara FIFA menolak permintaan UEFA untuk melakukan penemuan bukti (discovery).
Dalam argumennya, perwakilan hukum FIFA menyebut upaya hukum UEFA sebagai “tidak lebih dari siaran pers yang semakin mendukung kampanye fitnah terhadap FIFA dan kepemimpinannya”. Mereka mendesak hakim yang menangani kasus tersebut untuk menolak permintaan UEFA.
Pengajuan tersebut juga meminta agar FIFA US, sebuah unit bisnis terafiliasi FIFA, diizinkan untuk secara resmi menentang permintaan penemuan bukti tersebut sebelum tenggat waktu 30 September.
Langkah hukum ini muncul di tengah spekulasi bahwa UEFA sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai tuntutan pidana tersebut, ketegangan antara kedua badan sepak bola dunia ini semakin memanas.
Pihak FIFA bersikeras bahwa tindakan UEFA merupakan upaya untuk merusak reputasi organisasi dan para pemimpinnya. Mereka berpendapat bahwa permintaan discovery oleh UEFA tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan lebih bersifat politis untuk menciptakan persepsi negatif di publik.
FIFA melalui kuasa hukumnya menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam tata kelola sepak bola global. Mereka siap membuktikan bahwa tudingan yang dilayangkan oleh UEFA tidak berdasar dan merupakan bagian dari strategi untuk mendiskreditkan FIFA.
