Aplikasi ‘Conversate’ pada kacamata pintar Even Realities G2 menawarkan pengalaman futuristik yang memikat. Kacamata ini memproyeksikan tampilan head-up display (HUD) monokrom kecil di depan mata pengguna, namun tetap terlihat seperti kacamata biasa. Di antara berbagai fungsinya, ‘Conversate’ menonjol sebagai alat produktivitas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk rapat kerja, namun juga menghadirkan keseruan dalam interaksi sosial.
Bagi profesional yang sering meninggalkan rapat kerja dengan kebingungan mengenai tugas atau tanggung jawab, ‘Conversate’ hadir sebagai solusi. Aplikasi ini mengatasi kesulitan dalam mencatat sambil tetap fokus mendengarkan. Dengan menekan tombol ‘mulai’, AI akan mendengarkan dan mentranskripsikan percakapan secara real-time. Teks transkripsi hanya muncul saat pengguna melirik ke atas, sehingga tidak mengganggu. Lebih lanjut, ‘Conversate’ dapat memberikan jawaban hening dalam jendela pop-up ketika ada pertanyaan faktual, memberikan kesan cerdas kepada penggunanya. Informasi mengenai nama orang atau perusahaan yang disebutkan juga akan muncul, memberikan konteks tambahan yang terkadang krusial.
Setelah rapat selesai, pengguna dapat meninjau ringkasan diskusi. ‘Conversate’ secara otomatis menyoroti item yang terlihat seperti tugas bagi pengguna. Tugas-tugas ini kemudian dapat dipindahkan ke daftar ‘to-do list’ di kacamata dengan sekali klik, menciptakan daftar item tindakan yang mengambang di depan mata. Meskipun fungsi serupa dapat ditemukan di banyak aplikasi ponsel pintar, ‘Conversate’ memungkinkan pengguna menyimpan ponsel di saku, menjadikannya solusi yang lebih tidak mencolok.
Di luar ranah profesional, ‘Conversate’ membuka peluang untuk trik dan hiburan. Pengguna dapat memenangkan minuman dari bartender dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi yang terus-menerus mendengarkan dan memberikan jawaban. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna unggul dalam kuis trivia, menunjukkan kemampuan kalkulator manusia, atau menebak hari kelahiran seseorang. Keunggulan tambahan adalah desain kacamata G2 yang tidak terlihat seperti kacamata pintar, ditambah dengan pengontrol cincin, membuat ‘kecurangan’ semacam ini semakin sulit dideteksi.
Dalam konteks sosial, ‘Conversate’ dapat bertransformasi menjadi permainan pesta yang lucu. Membacakan definisi AI yang kaku untuk istilah umum, atau melihat respons kacamata terhadap nama-nama asing yang diucapkan teman, dapat menciptakan momen tawa. Pengguna bahkan dapat menciptakan ‘item tindakan’ fiktif untuk diri sendiri, membuat teman-teman tertarik mencoba teknologi canggih tersebut. Setelah selesai bersosialisasi, ‘Conversate’ mampu menerjemahkan percakapan santai menjadi ringkasan bergaya ‘bahasa korporat’. Contohnya, sebuah pesta barbekyu dapat diringkas menjadi ‘Ringkasan Rapat: Retrospektif Logistik Sosial dan Peristiwa Siklus Hidup’, lengkap dengan poin-poin seperti ‘Manajemen Sumber Daya & Model Sosial Historis’ dan ‘Utilitas Aset: Platform Off-Road’.
