Dua orang pekerja berhasil diselamatkan dari terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Nepal, lebih dari seminggu setelah banjir bandang dahsyat melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok. Momen penyelamatan dramatis ini terjadi setelah operasi pencarian dan evakuasi yang intensif.
Para pekerja tersebut dilaporkan terjebak di dalam terowongan PLTA Sanjen ketika banjir bandang menerjang pada 17 Oktober. Banjir yang dipicu oleh luapan air dari Sungai Sanjen ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk terowongan yang menjadi lokasi para pekerja.
Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari otoritas Nepal dan Tiongkok telah bekerja tanpa lelah sejak bencana terjadi. Mereka menghadapi kondisi medan yang sulit dan ancaman longsor susulan akibat dampak banjir. Upaya penyelamatan melibatkan penggunaan alat berat dan teknik khusus untuk mencapai area terowongan yang terisolasi.
Setelah berhari-hari melakukan pencarian, akhirnya dua pekerja tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Meskipun mengalami kelelahan dan mungkin trauma akibat peristiwa tersebut, mereka segera mendapatkan perawatan medis awal di lokasi sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Banjir bandang yang terjadi pada 17 Oktober ini merupakan salah satu bencana alam terparah yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Selain menyebabkan puluhan korban jiwa, banjir ini juga merusak sejumlah infrastruktur vital, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas energi.
Pihak berwenang Nepal menyatakan apresiasi mendalam atas kerja sama internasional yang telah diberikan, khususnya dari Tiongkok, dalam upaya penyelamatan ini. Fokus kini beralih pada penanganan korban, pemulihan pasca-bencana, dan evaluasi terhadap sistem peringatan dini bencana di wilayah tersebut.
