Operator kompetisi I.League bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memutuskan untuk menghapus aturan kewajiban menurunkan pemain U-23 dalam gelaran Liga Super Indonesia. Keputusan ini berlaku mulai musim 2026/2027, mengakhiri kebijakan yang telah berjalan selama delapan edisi.
Langkah penghapusan aturan ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam terkait dampaknya terhadap perkembangan sepak bola nasional. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menjelaskan bahwa keputusan ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan lebih bagi klub dalam meracik strategi tim.
“Penghapusan aturan U-23 ini merupakan hasil diskusi dan evaluasi yang telah kami lakukan. Kami melihat ini sebagai langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas kepada klub dalam menentukan komposisi pemainnya di setiap pertandingan,” ujar Yunus Nusi dalam sebuah pernyataan resmi.
Sebelumnya, aturan wajib memainkan pemain U-23 merupakan salah satu pilar dalam regulasi Liga Super Indonesia dengan tujuan utama mendorong regenerasi pemain muda dan memberikan jam terbang yang cukup bagi talenta-talenta potensial di tanah air. Kebijakan ini telah diterapkan sejak beberapa musim lalu dan telah melalui delapan edisi kompetisi.
Meski demikian, evaluasi yang dilakukan oleh operator kompetisi dan PSSI menemukan bahwa terdapat argumen yang kuat untuk meninjau ulang efektivitas aturan tersebut. Fleksibilitas yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertandingan secara keseluruhan, serta memungkinkan pelatih untuk lebih fokus pada performa terbaik tim tanpa terhalang oleh regulasi kuota pemain usia tertentu.
Keputusan ini tentu akan menjadi perhatian para pengamat sepak bola dan pecinta Liga Super Indonesia. Dampak jangka panjang dari penghapusan aturan U-23 ini terhadap pembinaan pemain muda dan peta persaingan di liga akan terus dipantau seiring berjalannya musim 2026/2027.
