Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Jejak Perang di Laut: 5 Negara Membangun Ibu Kota Baru

Oleh Emanuel September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah penemuan bersejarah baru-baru ini mengungkap keberadaan kapal perang yang tenggelam, memicu perhatian internasional. Penemuan ini sekaligus membuka kembali ingatan akan upaya lima negara yang memilih membangun ibu kota baru. Masing-masing negara ini memiliki alasan kuat di balik keputusan monumental tersebut, mulai dari alasan strategis, keamanan, hingga dorongan revitalisasi ekonomi.

Dalam konteks maritim, penemuan kapal perang ini menjadi pengingat akan dinamika sejarah dan konflik yang pernah terjadi. Sementara itu, di daratan, pembangunan ibu kota baru merupakan sebuah proyek ambisius yang mencerminkan visi masa depan sebuah bangsa. Kelima negara yang melakukan proyek raksasa ini adalah Indonesia, Malaysia, Mesir, Nigeria, dan Kazakhstan.

Indonesia, misalnya, tengah dalam proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Proyek ambisius ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2023, menandai babak baru dalam sejarah bangsa. Keputusan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk kepadatan penduduk Jakarta, masalah banjir, dan kesenjangan ekonomi dengan wilayah lain.

Malaysia juga telah menunjukkan langkah serupa dengan rencana pembangunan ibu kota administratif baru bernama Putrajaya. Dimulai pada tahun 1995, Putrajaya dirancang sebagai pusat pemerintahan dan administrasi, terpisah dari pusat komersial Kuala Lumpur. Tujuannya adalah untuk meringankan beban Jakarta dan meningkatkan efisiensi birokrasi.

Mesir, negara yang kaya akan sejarah, kini tengah membangun New Administrative Capital di gurun pasir sebelah timur Kairo. Proyek raksasa yang dimulai pada tahun 2015 ini diharapkan dapat menjadi pusat pemerintahan, bisnis, dan hunian baru bagi jutaan penduduknya, sekaligus mengurangi kepadatan di Kairo yang sudah sangat padat.

Di Afrika, Nigeria mengambil langkah berani dengan memindahkan ibu kota negaranya dari Lagos ke Abuja. Sejak tahun 1991, Abuja telah resmi menjadi ibu kota federal Nigeria. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan geografis yang lebih sentral dan upaya untuk menciptakan ibu kota yang lebih representatif bagi keragaman etnis Nigeria.

Terakhir, Kazakhstan memilih Astana (sekarang Nur-Sultan, kemudian kembali ke Astana) sebagai ibu kota barunya pada tahun 1997, memindahkannya dari Almaty. Keputusan ini didasarkan pada alasan strategis dan ekonomi, serta untuk mendorong pembangunan wilayah utara negara tersebut. Perubahan nama menjadi Nur-Sultan pada tahun 2019 untuk menghormati mantan presiden Nursultan Nazarbayev, sebelum akhirnya kembali menjadi Astana pada tahun 2022, menunjukkan dinamika politik di balik pembentukan ibu kota negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp