Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Veteran Israel Ungkap Taktik Brutal: Tembak Dulu, Bertanya Kemudian di Gaza

Oleh Heni Maulidya September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Direktur kelompok advokasi veteran Israel, Breaking the Silence, Nadav Weiman, telah mengungkapkan metode operasional yang brutal dan tidak manusiawi yang diterapkan oleh tentara Israel selama agresi di Jalur Gaza. Weiman membeberkan bahwa pasukan Israel sering kali mengadopsi taktik ‘tembak dulu, baru cari alasan’, sebuah praktik yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar hukum perang dan kemanusiaan.

Dalam pernyataannya, Weiman menyoroti bagaimana tentara Israel kerap kali tidak melakukan identifikasi yang memadai terhadap target sebelum melepaskan tembakan. Hal ini berujung pada jatuhnya korban sipil yang tidak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia menggambarkan bahwa logika yang digunakan sering kali adalah melakukan eskalasi kekerasan tanpa mempertimbangkan konsekuensi kemanusiaan.

Weiman juga mengutip kesaksian dari para prajurit yang bertugas di Gaza. Salah satu kesaksian yang paling mencengangkan datang dari seorang prajurit yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan, “Kami diberi instruksi untuk menembak apa pun yang bergerak.” Pernyataan ini mengindikasikan adanya budaya di kalangan militer yang mendorong penggunaan kekuatan mematikan secara berlebihan, bahkan tanpa adanya ancaman langsung yang jelas.

Lebih lanjut, Weiman menggarisbawahi bahwa proses identifikasi target sering kali dilakukan setelah insiden penembakan terjadi. Hal ini sangat bertentangan dengan hukum internasional yang mengharuskan adanya verifikasi yang cermat sebelum melakukan serangan. “Mereka membunuh dulu, baru kemudian berusaha mencari alasan atau justifikasi atas tindakan mereka,” ujar Weiman.

Kelompok Breaking the Silence, yang didirikan pada tahun 2004, bertujuan untuk memberikan suara kepada para prajurit Israel yang bertugas di wilayah pendudukan dan menyuarakan kesaksian mereka. Melalui pengumpulan testimoni ini, kelompok tersebut berupaya untuk mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi, serta mendorong akuntabilitas di kalangan militer Israel. Pengungkapan Weiman kali ini semakin memperkuat urgensi dari upaya advokasi yang dilakukan oleh Breaking the Silence dalam menyoroti dampak destruktif dari kebijakan militer Israel.

Bagikan: Facebook X WhatsApp