Kanada kini secara resmi membuka peluang untuk berpartisipasi dalam kompetisi lagu akbar Eurovision. Potensi kehadiran negara Amerika Utara ini di panggung musik Eropa tahun depan menjadi perbincangan hangat, menyusul langkah penting yang diambil oleh lembaga penyiaran publiknya. Ini menandai era baru bagi ajang yang selama ini didominasi oleh negara-negara Eropa dan beberapa undangan khusus.
Kelayakan Kanada untuk bergabung dengan Eurovision terwujud setelah Canadian Broadcasting Corporation (CBC)/Radio-Canada berhasil meraih status keanggotaan penuh di European Broadcasting Union (EBU). Status keanggotaan penuh ini merupakan syarat mutlak bagi setiap negara yang ingin mengirimkan perwakilannya ke kontes lagu tahunan tersebut. Sebelumnya, CBC/Radio-Canada hanya memegang status "anggota asosiasi," yang tidak memberikan hak untuk berkompetisi.
Dorongan kuat untuk partisipasi Kanada di Eurovision datang langsung dari Perdana Menteri Mark Carney. Sejak menjabat tahun lalu, PM Carney secara konsisten berupaya mempererat hubungan politik dan ekonomi antara Kanada dengan Eropa. Gagasan tentang Kanada bergabung dalam kontes lagu ini bahkan secara eksplisit diangkat dalam anggaran pemerintahnya untuk tahun 2025, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Kanada menanggapi peluang ini.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah Carney pada November lalu menyatakan sedang bekerja sama dengan CBC, lembaga penyiaran publik Kanada, untuk "menjelajahi partisipasi di Eurovision." Komitmen finansial yang signifikan juga turut menyertai rencana ini. Anggaran pemerintah yang diajukan PM Carney mencakup alokasi dana sebesar C$150 juta (sekitar £80 juta) yang ditujukan untuk mendukung CBC/Radio-Canada. Investasi ini menunjukkan keseriusan Kanada dalam mempersiapkan diri, tidak hanya secara administratif tetapi juga dari segi kapasitas penyiaran dan produksi.
Noel Curran, Direktur Jenderal EBU, menyambut baik peningkatan status CBC/Radio-Canada. "Suara Kanada dalam komunitas ini membuat kami lebih kuat," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran Kanada dipandang sebagai aset berharga bagi EBU, yang merupakan aliansi organisasi media layanan publik terbesar di dunia, dengan anggota dari Eropa dan sekitarnya. EBU berperan penting dalam memfasilitasi pertukaran konten, teknologi, dan keahlian di antara para anggotanya.
Meski demikian, Kanada bukanlah negara non-Eropa pertama yang berkesempatan mengikuti ajang bergengsi ini. Sejarah Eurovision mencatat beberapa negara di luar benua Eropa yang pernah dan rutin berpartisipasi. Israel dan Australia, misalnya, telah menjadi peserta reguler dan bahkan meraih sukses di panggung Eurovision. Maroko juga pernah mengirimkan perwakilannya pada tahun 1980. Partisipasi negara-negara ini dimungkinkan karena lembaga penyiaran publik mereka juga merupakan anggota EBU, menggarisbawahi bahwa kriteria geografis tidak sepenuhnya menjadi penghalang.
Menariknya, meskipun Kanada belum pernah secara resmi berkompetisi sebagai sebuah negara, para seniman asal Kanada telah menorehkan jejak gemilang di panggung Eurovision. Salah satu contoh paling ikonik adalah pada tahun 1988, ketika Céline Dion, penyanyi legendaris asal provinsi Quebec, Kanada, berhasil memenangkan kontes tersebut. Namun, Dion saat itu berkompetisi mewakili Swiss, negara yang memberinya paspor diplomatik. Kemenangan tersebut menjadi titik balik penting yang melambungkan karier Dion menuju ketenaran global.
Selain Céline Dion, beberapa talenta Kanada lainnya juga pernah merasakan atmosfer Eurovision dengan mewakili negara lain. Natasha St-Pier, seorang seniman berdarah Acadian dari New Brunswick, pernah mewakili Prancis pada tahun 2001. Baru-baru ini, pada tahun 2023, La Zarra, seorang penyanyi berbakat dari Montreal, juga turut serta mewakili Prancis. Fenomena ini menunjukkan bahwa talenta musik Kanada telah lama memiliki daya saing dan apresiasi di kancah internasional, bahkan sebelum negara asal mereka memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung.
Dengan status keanggotaan penuh EBU yang kini dimiliki CBC/Radio-Canada, pintu bagi Kanada untuk menampilkan bakat musiknya di Eurovision secara resmi telah terbuka lebar. Langkah ini bukan hanya tentang kompetisi lagu semata, tetapi juga menjadi simbol penguatan hubungan diplomatik dan budaya antara Kanada dan Eropa. Dunia kini menantikan bagaimana Kanada akan memanfaatkan kesempatan ini, dan siapakah perwakilan pertama yang akan mengibarkan bendera Kanada di salah satu panggung musik paling meriah dan bersejarah di dunia. Partisipasi Kanada di Eurovision diharapkan akan menambah warna dan keragaman, sekaligus memperluas jangkauan global kontes tersebut.











