Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
DUNIA

Nasib Dara Singh: Potensi Bebas Setelah 25 Tahun Penjara Pembunuhan Pendeta Staines di India

Oleh Rini Widiyarti September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Dara Singh, terpidana seumur hidup atas pembunuhan brutal terhadap misionaris Kristen Graham Staines beserta dua putranya di Odisha pada tahun 1999, kini berpotensi menghirup udara bebas. Kasus yang menggemparkan India ini kembali mencuat seiring dengan ajuan banding yang diajukan oleh Singh ke Mahkamah Agung India.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada malam 22 Januari 1999, ketika Graham Staines, istrinya Gladys Staines, dan kedua putra mereka, Timothy (8 tahun) dan Stephen (6 tahun), sedang bermalam di desa Manoharpur, distrik Keonjhar, Odisha. Saat mereka tertidur di dalam mobil, sekelompok massa yang dipimpin oleh Dara Singh menyerang, membakar mobil tersebut hidup-hidup.

Graham Staines dan kedua putranya tewas terpanggang, sementara Gladys Staines berhasil selamat dari kobaran api. Serangan ini diduga dipicu oleh sentimen anti-Kristen dan tuduhan bahwa Staines melakukan konversi paksa, meskipun tuduhan tersebut tidak pernah terbukti.

Dara Singh, yang diidentifikasi sebagai pemimpin kelompok penyerang, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2003 oleh Pengadilan Khusus di Bhubaneswar. Pengadilan menyatakan Singh bersalah atas pembunuhan berencana. Namun, Mahkamah Agung India pada tahun 2005 membatalkan hukuman mati untuknya dan menguatkan vonis seumur hidup, meskipun membebaskan 11 terdakwa lainnya karena kurangnya bukti.

Kini, setelah menjalani hukuman selama lebih dari dua dekade, Dara Singh kembali mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Ajuan banding ini membuka kembali perdebatan mengenai keadilan bagi para korban dan keluarga mereka, serta implikasi hukum di India terkait hukuman seumur hidup dan potensi pembebasan bersyarat. Nasib akhir Dara Singh masih menunggu keputusan dari pengadilan tertinggi di India.

Bagikan: Facebook X WhatsApp