Seorang wanita di California mengalami sumbatan di telinganya yang awalnya dikira hanya efek dari penerbangan pesawat. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata penyebabnya adalah kanker nasofaring yang menggerogoti tubuhnya.
Gejala yang dirasakan oleh wanita ini sangat mirip dengan sensasi telinga tersumbat yang umum terjadi saat perubahan tekanan udara, seperti saat lepas landas atau mendarat. “Saya pikir itu hanya karena perjalanan pesawat, yang biasanya saya alami dan bisa hilang setelah beberapa saat,” ungkapnya.
Namun, berbeda dari biasanya, sumbatan di telinganya tidak kunjung hilang. Kondisi ini membuatnya khawatir dan memutuskan untuk mencari pertolongan medis. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, diagnosis yang mengejutkan pun terungkap.
Ternyata, benjolan kanker di area nasofaring (bagian belakang hidung yang terhubung ke tenggorokan) telah membesar dan menekan saluran telinga. Pembengkakan ini menyebabkan saluran eustachius, yang menghubungkan telinga tengah ke nasofaring, menjadi tersumbat. Saluran eustachius yang tersumbat inilah yang menimbulkan sensasi penuh dan sumbatan di telinga.
Nasofaring adalah area yang terletak tepat di belakang hidung dan di atas langit-langit lunak mulut. Kanker di area ini seringkali sulit dideteksi pada tahap awal karena lokasinya yang tersembunyi dan gejalanya yang bisa menyerupai kondisi lain yang lebih umum. Gejala awal kanker nasofaring bisa meliputi hidung tersumbat, mimisan, sakit kepala, nyeri telinga, pendengaran menurun, hingga muncul benjolan di leher.
Dokter yang menangani kasus ini menekankan pentingnya memeriksakan diri jika gejala yang dialami tidak kunjung membaik atau terasa tidak biasa. Dalam kasus wanita ini, kelalaian terhadap gejala awal yang dianggap sepele berpotensi memperburuk kondisi kanker.
Kanker nasofaring sendiri merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel yang melapisi nasofaring. Faktor risiko yang diketahui meliputi infeksi virus Epstein-Barr (EBV), paparan asap rokok dan alkohol, serta riwayat keluarga dengan kanker nasofaring. Pengobatan kanker nasofaring bervariasi tergantung stadiumnya, namun umumnya meliputi kemoterapi, radioterapi, dan terkadang pembedahan.
