Wuling Siap Gempur Pasar Otomotif Indonesia: Aira EV Meluncur, Mobil Premium Menanti

Emanuel

Jakarta – PT SGMW Motor Indonesia, produsen mobil Wuling, terus menunjukkan ambisinya di pasar otomotif Tanah Air. Berbagai model baru direncanakan untuk meluncur, menyasar segmen pasar yang lebih luas.

Menurut Liu Yan, Deputy Secretary of SGMW Overseas Business Department CPC Committee & Compliance Officer, Wuling akan memperluas jangkauan produknya.

Salah satu kejutan pertama yang akan dihadirkan adalah Aira EV. Mobil listrik mungil ini dikenal di pasar Tiongkok dengan nama Mini EV.

Namun, khusus untuk pasar Indonesia, Wuling akan memperkenalkan model ini dengan nama Aira EV.

"Kita akan meluncurkan Aira EV di GIIAS tahun ini," ujar Liu Yan dalam kunjungannya ke Liuzhou, Guangxi, China, pada Rabu (1/7/2026).

Lebih dari sekadar mobil listrik kompak, Wuling juga telah menyiapkan strategi jangka panjang.

Sebuah presentasi internal mengungkapkan rencana peluncuran dua model baru yang lebih premium.

Pertama, sebuah MPV berkapasitas enam penumpang dengan ukuran penuh (full-size).

Kedua, SUV flagship yang diposisikan untuk konsumen keluarga.

Meskipun nama kedua model premium ini belum diungkapkan secara resmi, keduanya diperkirakan akan menawarkan kemewahan dan teknologi terkini.

Selain itu, Wuling juga melihat potensi pasar kendaraan komersial ringan.

Model terbaru akan dihadirkan untuk mendukung sektor logistik dan usaha yang terus berkembang di Indonesia.

Kesiusan Wuling di segmen premium semakin terlihat melalui kolaborasinya dengan raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei.

Di China, kedua perusahaan telah mengembangkan SUV flagship bernama Wuling Huajing.

Model ini menonjolkan kecanggihan teknologi pintar hasil kolaborasi erat mereka.

Wuling Huajing S sendiri telah diperkenalkan di ajang Auto China di Beijing pada April lalu.

Namun, Vice President SGMW, Han Dehong, menegaskan bahwa kepastian kehadiran model flagship ini di Indonesia masih dalam tahap pertimbangan.

"Soal model flagship ini, fase yang selanjutnya yang sedang kita pertimbangkan untuk pasar Indonesia, tapi belum ada keputusan," jelas Han Dehong.

Ia menambahkan, keputusan tersebut akan didasarkan pada riset pasar mendalam.

Termasuk analisis strategi penjualan, penentuan harga yang kompetitif, serta upaya memenuhi ekspektasi konsumen.

"Kita butuh penelitian dan survei. Jadi kita belum memiliki keputusan, tapi kita percaya ada kesempatan untuk tempat (flagship) itu," tutupnya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All