Biji apel ternyata mengandung senyawa beracun sianida. Namun, jangan panik, karena risiko keracunan akut baru muncul jika seseorang menelan puluhan hingga ratusan biji apel sekaligus.
Senyawa sianida yang terkandung dalam biji apel ini berasal dari glikosida amigdalin. Glikosida ini akan terurai menjadi sianida ketika biji apel dikunyah atau dicerna oleh tubuh. Meskipun demikian, jumlah sianida yang dilepaskan dari beberapa biji apel yang tertelan secara tidak sengaja umumnya tidak cukup untuk menyebabkan keracunan serius.
Dr. R. Surya, seorang ahli gizi, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi sejumlah kecil sianida. “Tubuh kita memiliki mekanisme pertahanan yang bisa menetralkan sianida dalam jumlah yang sangat kecil. Jadi, jika Anda tidak sengaja menelan satu atau dua biji apel, kemungkinan besar tidak akan ada efek samping yang berarti,” ujarnya.
Namun, situasi menjadi berbeda ketika jumlah biji apel yang tertelan sangat banyak. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), dibutuhkan sekitar 150-300 biji apel yang dihancurkan untuk dosis mematikan bagi orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa risiko keracunan akut sangatlah rendah dalam konsumsi normal.
Penting untuk diingat bahwa biji apel bukanlah bagian yang dimaksudkan untuk dikonsumsi. Meskipun biji apel bisa tertelan secara tidak sengaja saat makan buah apel, sebaiknya hindari menelannya dalam jumlah besar. Jika seseorang mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, sakit kepala, atau kesulitan bernapas setelah menelan banyak biji apel, segera cari pertolongan medis.
Para ahli kesehatan menyarankan agar biji apel dibuang sebelum mengonsumsi buah apel, terutama bagi anak-anak. Hal ini untuk meminimalkan risiko, meskipun peluang terjadinya keracunan akut sangat kecil.
