Vatikan Resmi Ekskomunikasi Lebih dari Setengah Juta Pengikut Sekte Tradisionalis SSPX

Yohanes

Takhta Suci Vatikan mengambil langkah tegas terhadap Society of Saint Pius X (SSPX), sebuah kelompok Katolik konservatif yang menolak modernisasi gereja. Lebih dari 500.000 pengikut sekte tersebut kini resmi dijatuhi sanksi ekskomunikasi.

Keputusan ini muncul setelah SSPX menahbiskan empat uskup baru di Jenewa pada hari Rabu lalu. Prosesi tersebut dilakukan tanpa restu Paus, bahkan menentang instruksi langsung dari otoritas tertinggi Gereja Katolik Roma.

Akibat tindakan pembangkangan itu, Vatikan memberikan sanksi berat kepada enam uskup SSPX. Dalam langkah yang sangat jarang terjadi, Vatikan menyatakan seluruh anggota awam kelompok tersebut kini dianggap skismatis atau memisahkan diri dari gereja.

Meski demikian, Vatikan menegaskan pintu tetap terbuka bagi mereka yang ingin kembali. Pihak gereja berjanji akan menyambut kembali pengikut yang bertobat dengan kasih sayang yang tulus.

SSPX sendiri didirikan pada tahun 1970 sebagai bentuk perlawanan terhadap reformasi Konsili Vatikan II di era 1960-an. Kelompok ini dikenal karena mempertahankan tradisi lama yang ketat, seperti perayaan Misa dalam bahasa Latin.

Dalam praktik ibadah mereka, imam memimpin misa dengan membelakangi jemaat, menghadap altar. Selain itu, komuni harus diterima dengan cara berlutut dan langsung dimasukkan ke mulut oleh imam.

Rita Reid, seorang pengikut berusia 76 tahun asal Jersey, mengaku tidak gentar dengan sanksi tersebut. Baginya, upacara yang dilakukan SSPX jauh lebih mendalam dan autentik dibandingkan Misa Katolik standar saat ini.

Ia menilai Misa modern terlalu lemah dan kehilangan nilai-nilai moral tradisional. Menurutnya, banyak generasi muda kini kehilangan pegangan moral karena cara peribadatan yang dianggap terlalu longgar.

Vatikan menyatakan bahwa para menteri sakral SSPX menjalankan pelayanan secara ilegal. Akibat ekskomunikasi ini, sakramen pengakuan dosa dan pernikahan yang dilakukan di bawah naungan SSPX dianggap tidak valid oleh Gereja Katolik Roma.

Sanksi ekskomunikasi merupakan hukuman terberat dalam hukum gereja. Anggota yang terkena dampak secara otomatis kehilangan hak untuk menerima sakramen atau berpartisipasi dalam kehidupan resmi Katolik.

Kelompok ini memiliki basis massa terbesar di Amerika Serikat dan Prancis. Di Inggris sendiri, mereka aktif di 26 lokasi dengan pusat pergerakan di Wimbledon, London Selatan.

Meski sempat ada upaya rekonsiliasi di masa lalu, tindakan terbaru Vatikan dinilai jauh lebih agresif. Saat ini, para pengikut SSPX dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam sekte yang dianggap skismatis atau meninggalkan keyakinan tradisional mereka untuk kembali ke pangkuan Gereja Katolik Roma.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All