Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Bidik Suara Gen Z-Milenial di Pemilu 2029: Demokrat Juga Genjot Konsolidasi Nasional

Wibowo

JAKARTA – Panggung politik ibu kota mulai memanas jelang Pemilu 2029, ditandai dengan regenerasi kepemimpinan di Dewan Pengurus Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jakarta. Anggota DPR periode 2024-2029 sekaligus figur publik, Surya Utama, yang akrab disapa Uya Kuya, resmi menakhodai PAN Jakarta dengan misi besar: merebut hati generasi Z dan milenial serta menargetkan posisi tiga besar di ibu kota. Pada saat yang sama, Partai Demokrat juga tak tinggal diam, memanaskan mesin politiknya melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Lampung, menunjukkan keseriusan partai-partai dalam mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

Pelantikan Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN Jakarta berlangsung meriah di Balai Sarbini, Jakarta, pada Sabtu (27/6/2026). Ia menggantikan Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, yang sebelumnya berhasil mencatatkan peningkatan signifikan perolehan kursi PAN, baik di tingkat DPR maupun DPRD Jakarta. Pergantian kepemimpinan ini diyakini membawa angin segar dan strategi baru bagi partai berlambang matahari terbit itu untuk mendulang suara dari segmen pemilih muda yang diproyeksikan akan mendominasi panggung Pemilu 2029.

Acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Jakarta tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, menegaskan posisi strategis PAN dalam konstelasi politik nasional. Tampak hadir Ketua Umum PAN yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto; Menteri Perdagangan, Budi Santoso; Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi; serta Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru Uya Kuya.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, secara lugas menyebut Uya Kuya sebagai seorang "brilliant leader" atau pemimpin brilian. Menurut Bang Zul, kemampuan Uya dalam memilih pengurus yang tepat menjadi kunci utama. "Jika pengurusnya sudah tepat, proses selanjutnya, seperti logistik dan strategi, akan mudah dilalui," ujar Zulkifli Hasan, memberikan sinyal kepercayaan penuh kepada pemimpin baru PAN Jakarta. Ini menggarisbawahi pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam membangun kekuatan politik yang solid.

Senada dengan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum PAN yang juga Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan optimisme partainya. Viva Yoga menilai Uya Kuya tidak hanya populer sebagai figur publik, tetapi juga memiliki gaya kepemimpinan yang merepresentasikan jiwa muda, energik, dan modern. Karakteristik ini dinilai sangat relevan untuk menarik simpati pemilih muda, mengingat proyeksi dominasi suara generasi Z dan milenial pada Pemilu 2029. Pendekatan khas anak muda yang diusung Uya Kuya diyakini akan menjadi magnet elektoral yang kuat.

Viva Yoga menambahkan, seluruh kader PAN juga diinstruksikan untuk terus mengedepankan filosofi inklusivitas partai. Filosofi ini diibaratkan seperti matahari yang menyinari tanpa membeda-bedakan, menekankan pentingnya merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat. Ini adalah pesan politik yang relevan dalam masyarakat majemuk, bertujuan memperluas basis dukungan dan menciptakan citra partai yang merakyat.

Di tengah geliat PAN di Jakarta, Partai Demokrat juga tidak mau ketinggalan dalam memanaskan mesin politiknya. Pada hari yang sama, Sabtu (27/6/2026), Partai Demokrat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Demokrat Lampung di Bandar Lampung. Agenda utama Musda ini adalah merapatkan barisan dan bertekad mengembalikan kejayaan partai, baik di tingkat daerah maupun nasional, menjelang Pemilu 2029. Fokus pada penguatan internal dan konsolidasi menjadi prioritas utama.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa Musda tidak boleh hanya dimaknai sebagai forum pemilihan ketua semata. Lebih dari itu, Musda merupakan fondasi krusial untuk memperkuat soliditas organisasi hingga ke akar rumput. Herman mengingatkan bahwa Lampung pernah menjadi salah satu lumbung suara terbesar Demokrat, khususnya pada Pemilu 2009. Saat itu, partai berhasil meraih empat kursi DPR dan mendominasi kursi pimpinan DPRD di provinsi tersebut, menunjukkan potensi besar yang ingin direbut kembali.

"Target kami ke depan adalah Demokrat secara nasional harus rebound atau bangkit kembali. Posisi Lampung juga demikian. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah merapatkan barisan," kata Herman Khaeron, menyoroti pentingnya kebangkitan partai dari basis daerah. Arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga menekankan konsolidasi harus menjangkau hingga tingkat pimpinan anak cabang (PAC) dan ranting. Ini menunjukkan strategi grassroots yang kuat untuk membangun kembali kekuatan partai.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung terpilih, Edy Irawan Arief, menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan penguatan soliditas internal partai pasca-Musda. Edy menilai sinergi di semua tingkatan kepengurusan adalah modal elektoral yang krusial untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2029. Baginya, kemenangan tersebut bukan sekadar memenangi kontestasi demi kepentingan partai, melainkan sebagai jalan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat melalui kekuasaan politik yang sah.

Pergerakan dua partai besar ini, baik PAN dengan kepemimpinan baru di Jakarta maupun Demokrat dengan konsolidasi di Lampung, menandai dimulainya babak baru persiapan Pemilu 2029. Fokus pada regenerasi, pemilih muda, penguatan internal, dan strategi grassroots menjadi indikator bahwa persaingan politik akan semakin ketat dan dinamis. Partai-partai kini berlomba untuk memanaskan mesin politik mereka, merangkul pemilih, dan memperkuat basis, jauh sebelum pesta demokrasi lima tahunan itu tiba.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All