Langkah tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis di babak 32 besar. Die Mannschaft dipaksa angkat koper setelah menelan kekalahan menyakitkan dari Paraguay lewat drama adu penalti dengan skor 3-4, Senin 29 Juni 2026.
Hasil minor tersebut sekaligus menjadi laga perpisahan bagi kiper legendaris, Manuel Neuer. Penjaga gawang Bayern Munchen itu kini telah memutuskan untuk pensiun secara permanen dari panggung sepak bola internasional.
Meski gagal membawa Jerman melangkah jauh, Neuer menegaskan tidak memiliki penyesalan sedikit pun. Ia merasa bangga bisa kembali mengenakan seragam kebanggaan negaranya untuk terakhir kalinya di turnamen akbar tersebut.
Sebelumnya, kiper berusia 40 tahun ini sejatinya sudah menyatakan gantung sepatu dari tim nasional pasca gelaran Euro 2024. Namun, situasi darurat memaksa Neuer untuk membatalkan rencana pensiunnya sementara waktu.
Keputusan itu diambil setelah kiper utama Marc-Andre ter Stegen harus absen panjang akibat cedera. Neuer pun terpanggil untuk mengisi kekosongan posisi di bawah mistar gawang demi membantu negaranya di Piala Dunia 2026.
Walaupun perjalanan comeback tersebut tidak berakhir manis dengan raihan trofi, Neuer tetap memandang keputusannya sebagai langkah yang tepat. Bagi sang kiper veteran, membela negara selalu menjadi sebuah kehormatan tertinggi dalam karier sepak bolanya.
Kekalahan dari Paraguay menjadi penutup perjalanan panjang Neuer di level internasional. Meski hasil akhir di lapangan tidak sesuai harapan, ia memilih untuk pergi dengan kepala tegak setelah memberikan segalanya bagi tim.
Publik Jerman kini harus bersiap memasuki era baru tanpa sosok Neuer yang telah menjadi pilar utama selama bertahun-tahun. Dedikasi sang kiper untuk kembali dari masa pensiun di saat tim sedang krisis menjadi catatan khusus bagi para suporter.
Kini, fokus Neuer diprediksi akan sepenuhnya kembali ke klubnya, Bayern Munchen. Ia menutup babak pengabdiannya bersama Die Mannschaft dengan rasa puas telah menjawab panggilan negara di saat genting.
Keputusan untuk kembali bertanding di usia 40 tahun membuktikan loyalitas tinggi yang dimiliki Neuer. Meskipun turnamen tersebut harus berakhir prematur, warisan dan kepemimpinannya di dalam skuad Jerman akan terus dikenang oleh para pendukung setia.











