Timnas Brasil kembali merasakan pahitnya tersingkir di fase gugur Piala Dunia. Kali ini, Norwegia menjadi negara Eropa terbaru yang memupus harapan Selecao dalam perhelatan akbar sepak bola dunia edisi 2026. Kekalahan 1-2 di babak 16 besar, Senin (6/7) pagi WIB, menandai rentetan enam kekalahan beruntun Brasil dari tim-tim Eropa di fase gugur sejak terakhir kali mereka mengangkat trofi juara pada tahun 2002.
Sejak menaklukkan Jerman 2-0 di final Piala Dunia 2002, Brasil seolah tak pernah lagi mampu menembus partai puncak. Perjalanan mereka selalu terhenti sebelum final, dan ironisnya, para penakluknya selalu berasal dari Benua Biru. Tren ini menjadi momok yang terus menghantui ambisi Brasil untuk menambah koleksi gelar juara dunia mereka.
Kekalahan di Piala Dunia 2006 dari Prancis di perempat final menjadi akhir era generasi emas Brasil. Ronaldinho, Ronaldo, Cafu, dan Roberto Carlos mengakhiri kiprah internasional mereka dengan kekecewaan. Empat tahun berselang, di Afrika Selatan 2010, giliran Belanda yang mempermalukan Brasil dengan skor 2-1.
Momen paling kelam mungkin terjadi pada Piala Dunia 2014. Bermain di kandang sendiri, Brasil mengalami penghinaan terbesar dalam sejarah mereka dengan takluk telak 1-7 dari Jerman di semifinal. Jerman, yang pernah mereka kalahkan di final 12 tahun sebelumnya, justru menjadi dalang kehancuran mimpi Brasil di negeri sendiri.
Tak berhenti di situ, Belgia melanjutkan kutukan Eropa di Piala Dunia 2018. Mereka sukses menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 di perempat final. Kejadian serupa terulang pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Kroasia berhasil memulangkan Brasil melalui drama adu penalti yang mendebarkan setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Kini, Norwegia menambahkan namanya dalam daftar panjang tim Eropa yang menggagalkan mimpi Brasil. Kekalahan ini kembali membuka luka lama dan pertanyaan besar mengenai strategi serta mentalitas Brasil saat menghadapi tim-tim kuat Eropa di momen krusial. Sejak kejayaan 2002, tim Samba seolah kesulitan menemukan formula untuk mengalahkan rival-rival Eropa mereka di panggung paling bergengsi sepak bola dunia. Pertanyaan pun muncul, kapan Brasil akan mengakhiri tren buruk ini dan kembali mendominasi panggung Piala Dunia?











