Monday, 13 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Tragedi 1998: Owen Muda, Beckham Emosional, dan Dendam Argentina di Piala Dunia

Oleh Danu Ilham July 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Saint-Étienne, Prancis – Piala Dunia 1998 menjadi saksi bisu salah satu duel paling emosional antara Argentina dan Inggris. Pertemuan di babak 16 besar itu tak hanya memunculkan drama di lapangan, tetapi juga menorehkan luka mendalam bagi kedua tim.

Pertandingan yang digelar pada 30 Juni 1998 ini penuh dengan tensi tinggi. Kedua negara raksasa sepak bola ini saling berhadapan di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne.

Inggris yang saat itu diperkuat talenta muda menjanjikan, Michael Owen, berhadapan dengan timnas Argentina yang memiliki kekuatan merata. Owen, yang baru berusia 18 tahun, menjadi sorotan utama dengan kecepatan dan kelincahannya.

Namun, momen paling ikonik sekaligus kontroversial dari laga ini adalah kartu merah yang diterima David Beckham. Gelandang andalan Inggris itu diusir wasit setelah membalas tendangan Diego Simeone.

Insiden tersebut terjadi di menit ke-47. Beckham terlihat jelas melakukan pelanggaran dengan kakinya terhadap Simeone yang terjatuh.

Keputusan wasit Kim Milton Nielsen asal Denmark itu sontak memicu kemarahan publik Inggris. Beckham yang baru saja bangkit dari tekel Simeone, tampak emosional dan menendang balik.

Kehilangan satu pemain membuat Inggris bermain sepuluh orang melawan sebelas. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Argentina.

Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu. Gol-gol untuk Inggris dicetak oleh Alan Shearer melalui penalti dan gol solo brilian Michael Owen.

Sementara itu, Argentina membalas melalui Gabriel Batistuta dan gol dari penalti yang dieksekusi oleh Hernán Crespo.

Nasib pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti yang mendebarkan. Di sinilah ‘rasa sakit penalti’ bagi Inggris kembali terulang.

Dalam drama tos-tosan, Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Kegagalan beberapa pemain Inggris mengeksekusi penalti menjadi penentu kekalahan mereka.

Kekalahan ini meninggalkan luka nostalgia bagi penggemar sepak bola Inggris. Momen kartu merah Beckham dan kegagalan di adu penalti menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kelam mereka di Piala Dunia.

Sementara bagi Argentina, kemenangan ini menjadi pembuktian ketangguhan mereka dalam menghadapi rival abadi, sekaligus melanjutkan perjalanan mereka di turnamen akbar tersebut.

Pertandingan ini dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dan bersejarah dalam rivalitas kedua negara di panggung Piala Dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait