Konflik rumah tangga antara presenter kondang Ruben Onsu dan istrinya, Sarwendah, kini memasuki babak baru yang tak terduga. Perselisihan terbaru ini berpusat pada sebuah rumah mewah di kawasan Cilandak yang kini disandarkan sebagai jaminan utang di bank.
Sumber informasi terkini menyebutkan, Sarwendah menunjukkan kesiapannya untuk mengambil alih tanggung jawab pelunasan sisa cicilan rumah tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu.
Namun, niat baik Sarwendah ternyata datang dengan sebuah syarat krusial. Ia bersedia melunasi seluruh kewajiban finansial ke bank asalkan status kepemilikan rumah itu beralih sepenuhnya menjadi atas nama dirinya.
Permintaan balik nama ini rupanya tak serta merta disetujui oleh pihak Ruben Onsu. Menurut penuturan Chris Sam Siwu, Ruben memberikan tanggapan yang cukup memberatkan. Ruben bersedia memenuhi keinginan Sarwendah untuk balik nama sertifikat rumah.
Akan tetapi, Ruben mengajukan syarat tambahan yang cukup menantang. Ia meminta Sarwendah untuk mengembalikan seluruh dana cicilan yang telah ia bayarkan sebelumnya kepada bank. Permintaan ini dinilai Chris Sam Siwu justru mempersulit upaya mediasi.
Chris Sam Siwu menyayangkan langkah pihak Ruben Onsu. Ia berpendapat kliennya sudah menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan masalah utang rumah agar segera tuntas.
Menanggapi hal tersebut, pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi mengenai dasar hukum tuntutan kliennya. Minola menegaskan bahwa Sarwendah sejak awal mengetahui dan menyetujui pengajuan pinjaman bank dengan rumah tersebut sebagai agunan.
Menurut Minola, rumah tersebut berstatus sebagai harta bersama dalam perkawinan mereka. Oleh karena itu, persetujuan kedua belah pihak mutlak diperlukan saat menjadikannya sebagai jaminan kredit.
Minola menambahkan, tanggung jawab pelunasan cicilan seharusnya dipikul bersama oleh Ruben dan Sarwendah. Pihak Ruben merasa perlu menuntut pengembalian dana cicilan untuk memastikan keadilan dalam pembagian aset.
Ada kekhawatiran jika sertifikat langsung dialihkan tanpa pengembalian dana, kontribusi Ruben selama ini akan hilang begitu saja dari status harta bersama mereka. Hingga kini, belum ada titik temu yang jelas antara kedua belah pihak.
Proses diskusi melalui kuasa hukum masing-masing dilaporkan masih terus berlanjut. Tujuannya adalah mencapai kesepakatan yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak terkait nasib rumah mewah di Cilandak tersebut.
