Pangeran Harry dikabarkan menghadapi kendala finansial yang cukup serius. Kekalahan dalam kasus hukum melawan Associated Newspapers Limited (ANL), penerbit Daily Mail, diduga membuatnya kesulitan untuk memenuhi kewajiban pembayaran biaya hukum.
Sumber terdekat kerajaan Inggris mengungkapkan keprihatinan atas kondisi keuangan Pangeran Harry. Terutama setelah pengadilan memutuskan dirinya harus menanggung sebagian besar biaya hukum ANL, yang diperkirakan mencapai jutaan poundsterling.
Sebelumnya, Pangeran Harry mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap ANL. Gugatan ini terkait dengan artikel yang diterbitkan oleh Daily Mail pada Februari 2022. Artikel tersebut membahas klaim Harry bahwa tabloid tersebut secara tidak sah melakukan penyadapan telepon ilegal.
Namun, Pengadilan Tinggi London menolak klaim utama Harry. Hakim Sir Jonathan kepada media mengatakan, beberapa klaim Harry tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Pangeran Harry.
Kekalahan ini berimplikasi langsung pada dompet Pangeran Harry. Ia diwajibkan membayar biaya pengadilan ANL yang jumlahnya tidak sedikit. Perkiraan awal menyebutkan angka tersebut bisa mencapai lebih dari satu juta poundsterling atau setara dengan Rp19 miliar.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sumber dana Pangeran Harry untuk menutupi biaya tersebut. Mengingat ia dan istrinya, Meghan Markle, telah melepaskan diri dari tugas kerajaan dan mencari kemandirian finansial.
Sejak mundur dari anggota senior kerajaan pada awal 2020, Pangeran Harry dan Meghan telah menandatangani berbagai kesepakatan komersial dengan perusahaan media besar. Termasuk kesepakatan dengan Netflix dan Spotify, yang bernilai puluhan juta dolar.
Namun, besarnya biaya yang harus ditanggung akibat kekalahan kasus hukum ini tampaknya melebihi perhitungan awal. Laporan-laporan yang beredar menyebutkan Pangeran Harry kini tengah mencari cara untuk mengumpulkan dana tersebut.
Pihak Pangeran Harry belum memberikan komentar resmi terkait situasi finansial ini. Namun, isu ini menjadi sorotan publik dan media Inggris, menambah daftar panjang pemberitaan mengenai kehidupan pribadi dan finansial keluarga kerajaan.
Kasus ini sendiri merupakan bagian dari perjuangan Pangeran Harry melawan media Inggris yang ia anggap telah menginvasi privasinya. Ia kerap menyuarakan kepeduliannya terhadap pemberitaan media yang dinilainya tidak beretika.
Keputusan pengadilan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan hukum, bahkan bagi seorang pangeran, bisa sangat menguras sumber daya finansial. Terutama ketika berhadapan dengan organisasi media besar dengan sumber daya hukum yang memadai.
