Sunday, 19 July 2026
BREAKING
BERITA

Studi Ungkap Kaitan Preferensi Makanan dengan Ciri Psikopat

Oleh Emanuel July 19, 2026 8 hours lalu 0 komentar

Sebuah penelitian terbaru yang menarik perhatian publik mengemukakan adanya korelasi tak terduga antara pilihan makanan seseorang dengan kecenderungan perilaku psikopat. Temuan ini membuka perspektif baru dalam memahami karakteristik individu yang mungkin menunjukkan ciri-ciri psikopat, yang selama ini seringkali diasosiasikan dengan sifat-sifat yang lebih kompleks dan sulit terdeteksi.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Oxford ini, sebagaimana dilaporkan oleh The Sun pada 24 Maret 2024, mengidentifikasi bahwa orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri psikopat cenderung lebih menyukai makanan yang memiliki rasa pahit. Jenis makanan seperti bubuk kopi murni, air tonik, lobak, dan seledri masuk dalam kategori yang sering dipilih oleh individu dengan profil psikopat.

Para peneliti menguji 1.000 partisipan dengan menggunakan kuesioner standar untuk menilai ciri-ciri kepribadian yang berhubungan dengan psikopati. Kuesioner tersebut mengukur tingkat kekejaman, egoisme, dan kecenderungan manipulatif. Selanjutnya, partisipan diminta untuk menilai preferensi mereka terhadap berbagai jenis makanan, termasuk yang memiliki rasa manis, asam, asin, dan pahit.

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif antara skor psikopati yang tinggi dengan preferensi terhadap makanan pahit. “Temuan kami menunjukkan korelasi positif antara ciri-ciri kepribadian gelap (dark personality traits), termasuk psikopati, dengan preferensi terhadap rasa pahit,” ujar Dr. Christina Sagioglou, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut.

Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa individu yang menunjukkan sifat-sifat seperti narsisme dan Machiavellianisme juga memiliki kecenderungan yang sama, yaitu lebih menyukai rasa pahit. Hal ini mengindikasikan bahwa preferensi rasa pahit mungkin tidak hanya terbatas pada psikopati, tetapi juga terkait dengan spektrum kepribadian gelap yang lebih luas.

Menariknya, para peneliti berpendapat bahwa preferensi terhadap rasa pahit mungkin berkaitan dengan cara otak memproses informasi. Rasa pahit seringkali diasosiasikan dengan zat beracun, dan orang-orang dengan ciri psikopat mungkin memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap sensasi tidak menyenangkan tersebut, atau bahkan menikmati sensasi tersebut. “Rasa pahit itu sendiri umumnya tidak menyenangkan. Namun, individu yang menyukai rasa pahit, seperti pada rasa kopi tanpa gula atau air tonik, mungkin memiliki respons fisiologis atau psikologis yang berbeda terhadap rasa tersebut,” jelas Dr. Sagioglou.

Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang menarik, para ilmuwan menekankan bahwa preferensi makanan hanyalah salah satu indikator potensial dan tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosis psikopati. Psikopati adalah kondisi kompleks yang memerlukan evaluasi profesional mendalam.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait