Washington D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan panggilan telepon bersejarah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu, bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS. Percakapan yang berlangsung selama satu jam 25 menit ini, mengungkap lima topik krusial yang menjadi fokus diskusi kedua pemimpin. Yury Ushakov, seorang ajudan Kremlin, membeberkan bahwa pertemuan virtual ini bersifat "profesional dan sangat konstruktif."
Putin, dalam kesempatan ini, secara pribadi menyampaikan selamat kepada Trump dan seluruh rakyat Amerika atas pencapaian tonggak sejarah tersebut. Ucapan selamat ini menyusul pesan resmi yang telah dikirimkan Putin ke Gedung Putih sehari sebelumnya.
Perkembangan Konflik Ukraina Jadi Agenda Utama
Salah satu topik sentral yang dibahas adalah situasi terkini di Ukraina. Putin memberikan penjelasan mendalam kepada Trump mengenai perkembangan di lapangan. Ia memaparkan strategi pasukan Rusia yang terus maju di sepanjang garis kontak, berhasil merebut satu demi satu permukiman. Ushakov menyebutkan pembebasan Konstantinovka, yang merupakan benteng utama Ukraina, sebagai langkah signifikan menuju penguasaan penuh wilayah Republik Rakyat Donetsk. Moskow dilaporkan berharap wilayah yang masih dikuasai pasukan Kiev juga akan segera direbut.
Prospek Perundingan Damai dan Posisi Rusia
Presiden Putin kembali menegaskan preferensi Moskow terhadap penyelesaian konflik Ukraina melalui jalur politik dan diplomatik. Namun, ia menekankan pentingnya posisi inti Rusia untuk dipertimbangkan dalam setiap perundingan. Di sisi lain, Putin juga melontarkan tudingan terhadap Kiev dan para pendukungnya di Eropa. Ia menuding mereka berupaya memperpanjang dan bahkan meningkatkan eskalasi konflik, termasuk melalui tindakan "terorisme terhadap warga sipil."
Situasi Iran dan Harapan Pemulihan Hubungan Bilateral
Selain isu Ukraina, perbincangan juga merambah pada situasi genting di sekitar Iran. Ushakov tidak merinci detail diskusi mengenai Iran, namun mengindikasikan bahwa isu ini menjadi salah satu agenda penting. Lebih lanjut, kedua pemimpin juga menjajaki prospek pemulihan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Rusia. Isu ini menjadi sorotan mengingat hubungan kedua negara yang sempat memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Panggilan telepon ini menjadi bukti nyata adanya upaya komunikasi tingkat tinggi antara dua negara adidaya di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks. Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat memberikan implikasi signifikan terhadap stabilitas regional dan internasional.











