Jakarta – Senator Filipina, Rodante Marcoleta, yang dikenal sebagai sekutu dekat Wakil Presiden Sara Duterte, ditangkap pada Senin (6/7). Penangkapan ini terjadi atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi besar-besaran, tepat menjelang dimulainya sidang pemakzulan terhadap sang wakil presiden. Marcoleta dicokok oleh petugas kepolisian di dalam gedung pengadilan.
"Saya tidak akan bersembunyi. Saya akan menghadapi hukum dan dakwaan sesuai dengan pemahaman saya tentang hukum," ujar Marcoleta kepada awak media. Senator ini dijadwalkan untuk duduk sebagai hakim senator dalam persidangan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Duterte.
Sebelumnya, pengadilan anti-korupsi telah mengeluarkan perintah penangkapan bagi Marcoleta. Keputusan ini diambil setelah Ombudsman menuduhnya menerima uang sebesar 75 juta peso atau setara dengan Rp21,9 miliar. Dana tersebut diduga berasal dari donatur swasta saat ia mencalonkan diri sebagai senator pada tahun 2025. Tindakan ini dinilai melanggar undang-undang anti-korupsi yang berlaku di Filipina.
Selain penangkapan, pengadilan juga memberlakukan larangan bepergian terhadap Marcoleta. Perintah ini mencegahnya untuk meninggalkan wilayah Filipina. Hakim Pengadilan Anti Korupsi Karl Miranda menyatakan bahwa pihaknya telah mengevaluasi bukti yang ada. "Pengadilan menemukan adanya alasan yang cukup untuk meyakini bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana yang didakwakan," ungkap Miranda dalam rilis resminya.
Di Filipina, individu yang didakwa dengan kasus penjarahan atau korupsi besar (plunder) tidak berhak mendapatkan jaminan penangguhan penahanan. Hingga kini, belum ada informasi pasti apakah dakwaan terhadap Marcoleta akan berdampak pada jalannya proses persidangan pemakzulan Wakil Presiden Duterte.
Proses pemakzulan terhadap seorang pejabat tinggi di Filipina memerlukan mayoritas suara dua pertiga dari total 24 anggota Senat. Apabila sidang pemakzulan berhasil, Wakil Presiden Sara Duterte berpotensi dilarang untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan umum pada tahun 2028. Penangkapan sekutu dekatnya ini menambah kompleksitas situasi politik yang tengah memanas di Filipina.











