Sarwendah Ungkap Pembagian Harta dan Komitmen Penuh untuk Anak Pasca-Pisah dengan Ruben Onsu

Wibowo

Kesepakatan mengenai pembagian harta bersama antara Sarwendah dan Ruben Onsu akhirnya tercapai, seiring dengan proses hukum yang juga menyangkut hak asuh anak mereka. Pengacara Sarwendah menegaskan bahwa seluruh aset yang diterima kliennya akan sepenuhnya didedikasikan untuk masa depan buah hati mereka.

Chris, kuasa hukum Sarwendah, menjelaskan bahwa pembagian aset telah terperinci, di mana "Harta A untuk Sarwendah, harta B untuk Ruben." Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini juga mencakup aset berupa rumah tinggal yang saat ini masih dalam proses cicilan. "Sebenarnya sudah clear, termasuk rumah yang ditempati yang ternyata masih dalam cicilan itu juga sebenarnya sudah menjadi hak Sarwendah," ungkap Chris dalam sebuah wawancara daring yang dilansir Detik Hot.

Lebih lanjut, rumah tersebut secara hukum akan dialihkan kepemilikannya menjadi hak milik anak-anak mereka. Komitmen Sarwendah untuk memprioritaskan kebutuhan anak-anaknya menjadi sorotan utama. "Sarwendah berkali-kali menyampaikan bahwa semua aset yang dia dapat hanya untuk anak. Dia pastikan kepada saya semuanya untuk anak, termasuk yang paling utama adalah rumah," tutur Chris.

Aktivitas Sarwendah yang kerap bekerja dan melakukan siaran langsung dari rumah tidak luput dari perhatian publik dan sempat menuai beragam pandangan. Chris menampik anggapan bahwa kehadiran anak-anak dalam siaran langsung tersebut merupakan bentuk eksploitasi. Menurutnya, hal tersebut justru menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk selalu dekat dengan ibunya.

"Langsung di rumah itu melihat ibunya lagi kerja. Datang, senang dong anaknya juga bisa setiap hari ketemu ibunya. Ibunya juga merasa tenang di rumah itu," jelas Chris. Ia menegaskan bahwa narasi negatif yang menyebut anak-anak dijadikan alat untuk menaikkan rating tidaklah benar.

"Jangan dipelintir, seakan-akan anak itu dijadikan senjata untuk menaikkan rating. Tidak. Anak itu memang tinggal di rumah tersebut sehingga, terbuka untuk datang kapan pun," tegas Chris. Ia menekankan bahwa situasi di kediaman Sarwendah tidak memenuhi unsur pemaksaan yang menjadi ciri khas eksploitasi anak.

Eksploitasi anak, menurut definisi hukum, terjadi ketika anak dipaksa untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan. "Eksploitasi anak itu bukan seperti itu. Eksploitasi anak itu kalau setiap acaranya dipaksa untuk ikut," kata Chris. Di rumah Sarwendah, anak-anak diberikan kebebasan penuh tanpa adanya skenario atau perencanaan khusus ketika sang ibu sedang menjalankan aktivitas pekerjaannya.

Fleksibilitas ini memungkinkan anak-anak untuk merasakan kehadiran dan kasih sayang ibunya kapan pun mereka butuhkan. "Itu memang dibebaskan. Anak-anak itu menurut saya bosnya di situ. Karena, setiap rumah tidak boleh ada yang namanya pengekangan terhadap anak. Dan itu juga tidak ada skrip. Anak-anak itu masuk tidak menjadi bagian dari perencanaan usaha," jelas Chris.

Kebebasan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk tetap terhubung dengan Sarwendah, bahkan di tengah malam. "Anak-anak ini kadang ada yang suka cepat tidur, ada yang suka terbangun kangen ibunya. Bisa ketemu. Kurang bahagia apa tempat itu buat anaknya? Bisa ketemu sama ibunya pada saat dia bangun tidur," imbuh Chris.

Sarwendah dipastikan tetap mencurahkan waktu dan perhatian penuh untuk mengurus anak-anaknya, meskipun disibukkan dengan upaya mencari nafkah. "Bahkan misalnya tiba-tiba bangun tengah malam untuk ketemu ibunya, tinggal naik melihat ibunya sedang mencari uang buat anak-anaknya," sambung Chris.

Komitmen Sarwendah terhadap pengasuhan anak diklaim tetap berjalan maksimal tanpa terpengaruh oleh persoalan yang sedang dihadapi. "Perhatian terhadap anaknya itu sama sekali diberikan 24 jam sama klien kami," ungkap Chris.

Proses hukum yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu, termasuk isu pembagian harta dan hak asuh anak, masih terus bergulir. Namun, penegasan dari pihak Sarwendah mengenai komitmennya terhadap masa depan anak-anak memberikan gambaran jelas mengenai prioritas utama sang aktris di tengah situasi yang dihadapi. Kesepakatan pembagian aset ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan keamanan bagi anak-anak mereka ke depannya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All