Rupiah Terjungkal ke Rp18.128 per Dolar AS: Analis Ungkap Biang Kerok Pelemahan Tajam

Yohanes

Jakarta – Mata uang Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini. Nilai tukar Rupiah tercatat ambruk 114 poin, ditutup pada level Rp18.128 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Rupiah sempat mengalami koreksi lebih dalam, mencapai 115 poin. Posisi penutupan hari ini jauh tertinggal dari level Rp18.014 pada perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tajam ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Berbagai faktor diduga menjadi pemicu utama anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Paman Sam.

Analis pasar keuangan dari PT Indosurya Sekuritas, Rendra Surya, memberikan pandangan mengenai penyebab utama pelemahan ini. Menurutnya, ada beberapa sentimen negatif yang membebani pergerakan Rupiah.

“Ada beberapa faktor yang memicu pelemahan ini,” ujar Rendra dalam keterangannya pada Rabu (29/5/2024).

Salah satu faktor krusial yang disorot adalah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. The Federal Reserve (The Fed) masih belum memberikan sinyal jelas mengenai kapan mereka akan mulai menurunkan suku bunga acuannya.

Perkiraan kapan The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya menjadi sangat penting. Keterlambatan penurunan suku bunga The Fed membuat dolar AS tetap kuat secara global.

Selain itu, Rendra juga menyoroti situasi ekonomi domestik yang turut berkontribusi pada pelemahan Rupiah. Isu-isu terkait defisit transaksi berjalan dan aliran modal keluar (capital outflow) masih menjadi perhatian serius.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, tekanan eksternal dan internal masih cukup kuat untuk digiring.

Pergerakan Rupiah yang fluktuatif ini tentu saja berdampak pada berbagai sektor perekonomian. Khususnya bagi para importir yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan barang dari luar negeri.

Para pelaku pasar kini menanti langkah selanjutnya dari otoritas moneter, baik di AS maupun di Indonesia. Keputusan suku bunga The Fed dan kebijakan BI akan sangat menentukan arah pergerakan Rupiah ke depan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap gejolak nilai tukar ini. Pengelolaan keuangan yang bijak menjadi kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All