Sunday, 19 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Rivalitas Sepak Bola dan Sejarah Kelam Warnai Dukungan Amerika Latin di Final Piala Dunia

Oleh Herfansyah July 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebagian besar masyarakat Amerika Latin menghadapi dilema emosional dalam menentukan dukungan pada laga final Piala Dunia. Keputusan untuk mendukung Spanyol atau Argentina tidak hanya dipengaruhi oleh rivalitas sepak bola semata, tetapi juga diwarnai oleh sejarah panjang diskriminasi rasial dan gesekan antarnegara.

Jurnalis dan kolumnis asal Brasil, Julia Duailibi, yang biasanya fokus pada isu politik, baru-baru ini menyita perhatian publik dengan tulisannya di surat kabar terkemuka O Globo. Dalam kolomnya pada Kamis lalu, Duailibi secara terbuka menyatakan ketidakcondongannya untuk mendukung Argentina, negara tetangga yang dijuluki ‘hermanos’ oleh masyarakat Brasil.

“Saya selalu mengagumi ‘hermanos’ dan sangat ingin mendukung tim sesama Amerika Selatan,” tulis Duailibi pada pagi hari setelah kemenangan dramatis Argentina atas Inggris di semifinal. Namun, ia menambahkan, “Tetapi saya akui, adegan rasisme yang melibatkan sebagian kecil suporter, dan kebisuan mayoritas di lapangan, membuat saya muak.”

Perasaan Duailibi mencerminkan sentimen yang lebih luas di Amerika Latin, di mana pilihan dukungan di final Piala Dunia menjadi topik yang sensitif. Sejarah kolonialisme dan berbagai bentuk diskriminasi yang pernah dialami oleh negara-negara Amerika Latin menjadi latar belakang yang kompleks dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan dukungan.

Di sisi lain, ada pula yang melihat pertandingan ini sebagai kesempatan untuk merayakan kehebatan sepak bola Amerika Selatan secara keseluruhan. Namun, gesekan historis dan praktik rasisme yang masih terjadi di beberapa kalangan suporter menjadi penghalang bagi sebagian orang untuk memberikan dukungan tanpa syarat.

Perdebatan mengenai dukungan ini menunjukkan betapa kompleksnya identitas dan loyalitas di kawasan Amerika Latin, terutama ketika dihadapkan pada momen-momen besar seperti final Piala Dunia. Laga ini bukan hanya pertarungan di lapangan hijau, tetapi juga cerminan dari dinamika sosial, sejarah, dan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat di wilayah tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait