Resmi! Persib Bandung Lepas Zalnando dan Rezaldi Hehanussa, Sembilan Pilar Tinggalkan Pangeran Biru Jelang Musim Baru

Danu Ilham

Bandung, 28 Juni 2026 – Pergerakan bursa transfer Liga 1 kembali menghadirkan dinamika signifikan di tubuh Persib Bandung. Manajemen Pangeran Biru secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan dua bek kiri andalannya, Zalnando dan Rezaldi Hehanussa. Keputusan ini diambil menyusul habisnya masa kontrak kedua pemain menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027, sekaligus menandai perubahan besar dalam komposisi skuad asuhan pelatih Igor Tolic.

Pengumuman yang disampaikan pada Minggu (28/6/2026) ini menambah daftar panjang pemain yang meninggalkan Persib. Dengan kepergian Zalnando dan Rezaldi, total sembilan pilar telah resmi dilepas Maung Bandung dalam pergerakan transfer kali ini, sebuah angka yang mengindikasikan perombakan besar-besaran di berbagai lini. Lini pertahanan menjadi salah satu sektor yang paling terasa dampaknya, mengingat kedua pemain tersebut adalah opsi utama di posisi bek kiri.

Sebelumnya, Zalnando sempat dipinjamkan ke Persita Tangerang selama satu musim penuh pada Super League 2025-2026 untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain. Sementara itu, Rezaldi Hehanussa juga menghabiskan masa akhir kontraknya sebagai pemain pinjaman di Persik Kediri. Situasi ini membuat Persib kini tidak memiliki bek kiri murni, praktis hanya bisa mengandalkan Eliano Reijnders untuk mengisi posisi krusial tersebut di musim mendatang.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan Zalnando selama tujuh tahun pengabdiannya. Zalnando, yang lahir di Cimahi, memang menjadi bagian integral dari sejarah klub dengan mencatatkan total 56 pertandingan bersama Maung Bandung dan turut meraih dua gelar liga berturut-turut pada musim 2023-2024 dan 2024-2025.

"Terima kasih Zalnando, atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama ini. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah Persib," ucap Adhitia. Pihak manajemen mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier pemain tersebut, sembari menegaskan bahwa nama Zalnando akan selalu tercatat sebagai bagian dari era keemasan klub pada dekade ini. "Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier selanjutnya. Persib akan selalu mencatat nama Zalnando sebagai bagian dari era keemasan klub pada dekade ini," sambungnya.

Di sisi lain, Zalnando sendiri mengungkapkan refleksi emosional melalui akun media sosial pribadinya. Ia bercerita tentang perjalanannya dari seorang pendukung setia yang hanya bisa berdiri di tribun, berteriak, dan bernyanyi, hingga akhirnya berhasil mengenakan jersi kebanggaan Persib. "Jujur, dulu saya cuma bisa berdiri di tribun, berteriak, bernyanyi, berharap. Tidak pernah terbayang, suatu hari saya yang akan berjalan keluar ke lapangan itu, memakai jersey yang sama yang selama ini saya puja dari kejauhan," tulis Zalnando2727, menyentuh hati para Bobotoh.

Tujuh tahun di Bandung bukanlah perjalanan yang mulus baginya. Zalnando mengakui adanya pasang surut, termasuk momen sulit ketika ia harus melewati cedera patah engkel parah pada musim 2022-2023. Namun, semangat pantang menyerahnya selalu membawanya bangkit. "Selama tujuh tahun berlalu, tidak semuanya mudah. Ada momen saya naik, ada momen saya jatuh, tapi saya tidak pernah lupa dari mana saya berasal, dan itu yang selalu membuat saya bangkit," paparnya. Keberhasilan meraih dua trofi juara menjadi bukti nyata kepercayaan yang ia tanamkan sejak awal kedatangannya dari Sriwijaya FC. "Ada dua trofi (dipersembahkan) kalau kamu tanya apakah saya percaya ini bisa terjadi sejak awal? ya, karena saya percaya pada klub ini."

Zalnando menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungannya dengan Persib, melainkan sebuah awal dari babak baru di mana ia akan kembali menjadi seorang pendukung setia. Baginya, Persib lebih dari sekadar tim; ia adalah bukti bahwa hal yang tampak mustahil bisa menjadi nyata. "Persib bukan sekadar tim, bagi saya, Persib adalah bukti bahwa hal yang tampak mustahil, bisa jadi nyata dan sekarang waktunya saya melangkah ke babak baru," pungkasnya. Ia menutup pesannya dengan menegaskan identitasnya sebagai Bobotoh yang akan terus melekat sampai kapan pun: "Tapi satu hal tidak akan pernah berubah. Saya bobotoh. Kemarin, hari ini, selamanya. Persib salawasna."

Selain Zalnando, manajemen Persib juga memberikan penghormatan kepada Rezaldi Hehanussa. Pemain yang akrab disapa Bule ini dinilai memiliki peran penting dalam periode prestasi klub sejak didatangkan pada paruh musim 2022/2023. Meskipun pada musim keempatnya ia kesulitan bersaing dan lebih banyak berada di bangku cadangan akibat faktor cedera, kontribusinya tetap diapresiasi. "Rezaldi akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah klub, khususnya dalam periode penuh prestasi yang kita raih bersama," kata Adhitia.

Adhitia menyampaikan rasa terima kasih kepada Rezaldi atas dedikasi, profesionalisme, kerja keras, dan seluruh kontribusi yang telah diberikan selama membela Persib. "Hatur nuhun, Rezaldi Hehanussa, terima kasih atas dedikasi, profesionalisme, kerja keras, dan seluruh kontribusi yang telah diberikan selama membela Persib. Semoga sukses dan terus meraih yang terbaik dalam perjalanan karier berikutnya," tutup Adhitia. Kepergian dua bek kiri ini secara signifikan mengubah kekuatan lini belakang Persib, menuntut pelatih Igor Tolic dan manajemen untuk bergerak cepat mencari pengganti yang sepadan di bursa transfer demi menjaga keseimbangan dan kekuatan tim jelang musim baru yang kompetitif.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All