Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Peter Stokes akhirnya ditangkap pihak berwenang setelah diduga terlibat dalam serangkaian serangan siber kelompok peretas Scattered Spider. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Stokes diamankan di Finlandia pada April lalu setelah diterbitkannya Interpol Red Notice. Pasca penangkapan tersebut, pria berkebangsaan ganda Amerika Serikat dan Estonia ini diekstradisi ke Amerika Serikat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia kini menghadapi sejumlah dakwaan serius di pengadilan federal Chicago, termasuk intrusi komputer, konspirasi, dan penipuan. Dalam persidangan yang berlangsung Selasa lalu, hakim memerintahkan agar Stokes tetap berada dalam tahanan selama proses hukum berjalan.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyebut Scattered Spider sebagai kelompok peretas berbahaya. Mereka bertanggung jawab atas berbagai serangan siber yang mengakibatkan pembayaran tebusan dengan nilai total mencapai lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar 1,5 triliun rupiah.
Berdasarkan dokumen dakwaan, Stokes dan rekan konspiratornya diduga pernah melakukan pemerasan terhadap sebuah peritel perhiasan mewah tahun lalu. Mereka mencuri data perusahaan dan menuntut tebusan sebesar 8 juta dolar AS dalam bentuk mata uang kripto.
Meskipun perusahaan tersebut menolak membayar tebusan dan berhasil mengusir para peretas, mereka tetap mengalami kerugian setidaknya 2 juta dolar AS. Kerugian tersebut mencakup biaya gangguan operasional, investigasi, hingga mitigasi ancaman siber.
Operasi penangkapan ini melibatkan kolaborasi internasional yang intens. FBI yang bekerja sama dengan pihak di Kopenhagen dan Chicago bersinergi dengan Biro Investigasi Nasional Finlandia untuk melacak jejak Stokes.
Kasus ini mencuat tak lama setelah dua pria muda lainnya mengaku bersalah atas serangan siber besar terhadap Transport for London pada 2024. Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) meyakini serangan yang mencuri data 10 juta orang tersebut didalangi oleh Scattered Spider.
Selain itu, NCA mengungkapkan bahwa kelompok ini juga menjadi target utama dalam penyelidikan serangan siber terhadap peritel asal Inggris, yakni Co-op dan M&S, sepanjang tahun lalu.
Para anggota Scattered Spider diyakini sebagai sekumpulan anak muda yang merupakan penutur asli bahasa Inggris dari Amerika Serikat dan Inggris. Penangkapan Stokes menjadi pukulan telak bagi operasional kelompok peretas yang kerap menargetkan perusahaan-perusahaan besar dunia ini. Pihak berwenang memastikan bahwa pengejaran terhadap pelaku kejahatan siber lainnya akan terus berlanjut hingga tuntas.











