Musisi asal Sulawesi Tenggara, Raim Laode, kembali menyapa penggemarnya dengan karya terbarunya yang bertajuk “Iqro'”. Lagu religi ini dirilis pada 6 Februari 2026, tepat untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Berbeda dari hits sebelumnya yang fenomenal, “Komang”, kali ini Raim Laode lebih fokus pada dimensi spiritualitas manusia. Meskipun kental nuansa keagamaan, lirik “Iqro'” dirancang agar dapat diterima secara universal, menyentuh siapapun yang tengah merenungi arti kehidupan.
Judul “Iqro'” sendiri merujuk pada perintah pertama dalam Al-Qur’an, Surat Al-‘Alaq, yang berarti “Bacalah”. Melalui lagu ini, Raim mengajak pendengar untuk melihat kebesaran Tuhan, tidak hanya dari teks suci, tetapi juga melalui keajaiban alam semesta.
Lagu ini menjadi pengingat berharga agar kita tidak terbuai oleh kesombongan semu dalam menjalani kehidupan duniawi. Raim menekankan pentingnya mengagumi kembali keagungan Sang Pencipta lewat segala ciptaan-Nya.
Sejak awal, lirik lagu ini memanjakan telinga dengan kekaguman visual terhadap alam. Gambaran langit yang kokoh tanpa tiang penyangga menjadi pembuka yang puitis. Penggunaan diksi sederhana namun mendalam seolah mengajak pendengar untuk mengamati arsitektur alam yang sempurna.
Pesan-pesan spiritual yang dihadirkan dalam “Iqro'” antara lain kesadaran akan kecilnya kedudukan manusia, diibaratkan seperti atom di tengah luasnya alam semesta. Lagu ini juga mengingatkan untuk tidak bersikap sombong, meski merasa memiliki segalanya di dunia.
Lebih lanjut, liriknya menggugah pencarian makna sejati di tengah keramaian dunia yang kerap kali terasa sunyi bagi jiwa. Raim juga menyampaikan pemahaman bahwa kebahagiaan sejati hadir pada saat ini, bukan sesuatu yang harus ditunda.
Pesan penting lainnya adalah penegasan bahwa harta paling berharga bukanlah materi, melainkan waktu yang terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Melalui untaian kata ini, Raim Laode berhasil menyampaikan refleksi mendalam tentang kerendahan hati.
Bagian chorus lagu ini menjadi puncak pertanyaan tentang jati diri manusia yang sebenarnya. Liriknya berbunyi, “Siapakah aku sebenarnya? Hanya atom yang kecil, besar sombongnya. Sampai di masa ini ku masih mencari tentang arti dunia yang ramai nan sunyi.”
Raim kemudian memohon, “Bantu aku berjalan menuju cahaya, lalu aku berjanji menjadi yang baik.” Ia juga mengagumi keseimbangan ciptaan Tuhan, “Semua Kau cipta berpasang, sebab hanya Engkau yang satu. Seluruh Bimasakti sujud, tak ada satu pun yang luput.”
Puncak renungan hadir di akhir lagu, “Baru aku mengerti, ternyata bahagia bukan perkara nanti, tetapi sekarang. Harta paling berharga bukanlah materi, tetapi tentang waktu tak bisa kutahan.” Lirik penutup ini memberikan kesimpulan kuat mengenai nilai waktu dan kehadiran diri.
Raim Laode mengingatkan bahwa fokus pada masa kini dan menghargai setiap detik adalah kunci utama meraih kebahagiaan sejati. Lagu “Iqro'” kini viral di media sosial, menginspirasi banyak pendengar untuk merenungkan kembali makna hidup dan kedudukan diri di hadapan Sang Pencipta.
