Putra sulung pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rafathar Malik Ahmad, rupanya turut mengikuti tren lagu viral ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ yang sedang digandrungi di media sosial. Pengakuan mengejutkan ini terungkap dalam sebuah momen panggilan video antara Rafathar dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Dalam percakapan yang terjadi pada 2026 tersebut, Raffi Ahmad tampak menggoda putranya yang malu-malu mengakui kegemarannya pada lagu yang tengah naik daun itu. Raffi bahkan mengungkapkan bahwa Rafathar sudah berulang kali menanyakan perihal lagu tersebut sebelum panggilan video dimulai. Saat ditanya langsung oleh ayahnya, Rafathar hanya menjawab singkat sambil tersenyum simpul.
Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ memang tengah mencapai puncak kepopulerannya di berbagai platform digital, terutama TikTok. Salah satu sosok yang turut mempopulerkan lagu ini adalah influencer Sania Leonardo melalui akun pribadinya.
Menanggapi fenomena lagu yang menggunakan namanya, Menteri Bahlil Lahadalia mengaku sangat penasaran dengan sosok di balik karya tersebut. Ia bahkan meminta bantuan Raffi Ahmad untuk mencari tahu siapa pembuat lagu itu agar dapat diajak bertemu. Bahlil menceritakan bahwa lagu tersebut sering ia dengar di pagi hari dan bahkan menjadi bahan tawaan anak-anaknya. Ia berencana mengundang sang pencipta lagu untuk berbincang santai sambil makan bersama.
Fakta menarik mengenai asal-usul lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ adalah penciptaannya menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Liriknya sendiri merupakan kompilasi dari komentar-komentar warganet yang ditujukan kepada Bahlil Lahadalia. Akun TikTok @VOKALIS_NETIZEN diduga kuat sebagai pihak pertama yang mengembangkan konsep musik ini. Salah satu lirik ikoniknya, ‘Kanda suka Dinda punya gaya,’ diambil dari ucapan khas Bahlil dalam sebuah acara.
Kreativitas digital ini berhasil mengubah interaksi media sosial menjadi sebuah karya musik yang menghibur, dengan puluhan juta penonton dan respon positif dari masyarakat luas. Meski terhibur dan mengapresiasi kreativitas anak muda, Bahlil mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berdemokrasi di dunia digital. Ia berpesan agar setiap konten yang dibuat tetap berada dalam koridor yang positif, bertanggung jawab, dan menghindari unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) agar tidak memicu perpecahan.
Hingga kini, lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ masih terus digunakan oleh banyak pengguna media sosial sebagai latar musik video mereka. Kreativitas yang memanfaatkan teknologi AI ini semakin sering ditemukan dalam berbagai tren konten terbaru di Indonesia, membuktikan kekuatan algoritma media sosial dalam memopulerkan sebuah konten unik.
