Antisipasi para penggemar sepak bola dunia memuncak menyusul berakhirnya babak penyisihan grup Piala Dunia 2026. Sebanyak 32 tim terbaik kini telah memastikan langkah mereka ke fase gugur, memicu euforia akan potensi "last dance" antara dua megabintang abadi, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, di partai final turnamen akbar ini. Skenario yang diimpikan banyak pihak ini semakin nyata mengingat posisi kedua tim nasional, Argentina dan Portugal, yang berada di sisi bagan berbeda dalam struktur fase gugur.
Fase grup Piala Dunia 2026 telah rampung, menyisakan 32 tim yang siap bertarung di babak sistem gugur. Sebanyak 12 juara grup dan 12 runner-up berhasil melaju langsung, sementara delapan slot tersisa di babak 32 besar diamankan oleh tim-tim peringkat ketiga terbaik dari masing-masing grup. Hasil ini menciptakan jalur menarik yang membuka peluang besar bagi pertemuan dua ikon sepak bola yang telah mendominasi panggung dunia selama hampir dua dekade.
Lionel Messi, kapten dan motor serangan Timnas Argentina, sekali lagi menunjukkan kepemimpinannya yang luar biasa. Albiceleste sukses melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup J dengan catatan sempurna, meraih sembilan poin dari tiga kemenangan di fase grup. Performa impresif ini menempatkan juara bertahan tersebut pada posisi yang menguntungkan dalam undian fase gugur, meskipun jalan menuju final tetap tidak mudah.
Berdasarkan bagan yang telah ditetapkan, Timnas Argentina dijadwalkan akan menghadapi tim debutan, Tanjung Verde, pada pertandingan krusial tanggal 4 Juli mendatang. Laga ini menjadi tantangan pertama bagi Messi dan rekan-rekan untuk membuktikan dominasi mereka di panggung internasional. Jika berhasil melewati hadangan Tanjung Verde, skuad asuhan Lionel Scaloni akan dihadapkan pada pemenang pertandingan antara Mesir atau Australia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Perjalanan Argentina ke final diproyeksikan akan semakin berat di perempat final, di mana mereka berpotensi bertemu dengan tim-tim kuat seperti Swiss, Aljazair, Kolombia, atau Ghana. Puncak tantangan sebelum mencapai partai puncak diperkirakan akan hadir di semifinal. Di fase ini, Argentina berpeluang menghadapi raksasa sepak bola dunia lainnya, termasuk Brasil, Jepang, Norwegia, Meksiko, atau bahkan Inggris, dalam sebuah pertarungan yang sangat dinantikan.
Di sisi lain bagan, Timnas Portugal yang dipimpin oleh megabintang Cristiano Ronaldo juga berhasil mengamankan tempat di babak 32 besar. Selecao das Quinas melangkah ke fase gugur sebagai runner-up Grup K dengan koleksi lima poin. Posisi ini secara strategis menempatkan Portugal di jalur yang berbeda dengan Argentina, membuka peluang terjadinya duel final impian tersebut.
Portugal dijadwalkan akan melakoni pertandingan babak 32 besar mereka melawan Kroasia pada tanggal 3 Juli. Ini adalah ujian berat pertama bagi skuad asuhan Roberto Martinez, mengingat pengalaman dan kualitas Kroasia di turnamen besar. Apabila Portugal berhasil menyingkirkan Kroasia, lawan berikutnya yang akan mereka hadapi di babak 16 besar adalah pemenang duel antara Spanyol atau Austria, dua tim Eropa dengan gaya permainan yang berbeda namun sama-sama menantang.
Jalur Portugal menuju final juga tidak kalah terjal. Kesuksesan mereka melewati fase 16 besar akan membawa Ronaldo dan rekan-rekan berpotensi menghadapi tim-tim tangguh seperti Bosnia, Belgia, Senegal, atau Amerika Serikat di babak perempat final. Puncak tantangan bagi Portugal sebelum mencapai final diperkirakan akan terjadi di semifinal, di mana mereka berpeluang besar untuk berhadapan dengan salah satu kekuatan sepak bola Eropa, yaitu Jerman, Prancis, atau Belanda, dalam laga yang dipastikan akan menyajikan tontonan kelas dunia.
Potensi pertemuan Messi dan Ronaldo di final Piala Dunia telah menjadi narasi yang mendominasi pemberitaan dan diskusi penggemar. Banyak pihak menilai turnamen ini sebagai "last dance" atau penampilan terakhir bagi kedua superstar di panggung internasional sebelum mereka memutuskan untuk mengakhiri karier bersama tim nasional masing-masing. Pertemuan di final akan menjadi penutup yang sempurna untuk rivalitas legendaris yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Cristiano Ronaldo sendiri sempat memberikan tanggapan singkat mengenai prospek menghadapi rival lamanya tersebut di partai puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia ini. "Saya tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Tapi, yah, itu akan luar biasa," ujarnya setelah berhasil mencetak dua gol ke gawang Uzbekistan di laga kedua fase grup. Pernyataan ini menunjukkan betapa istimewanya potensi duel tersebut, bahkan bagi sang mega bintang sendiri.
Namun, penyerang Al-Nassr yang kini berusia 41 tahun tersebut memilih bersikap lebih fokus dan pragmatis saat kembali dicecar pertanyaan mengenai Messi setelah laga tersebut. "Yang terpenting adalah hari ini—menang untuk melaju ke tahap berikutnya dan bersiap menghadapi tantangan selanjutnya. Tujuan utamanya adalah lolos dari fase grup, dan kami berhasil melakukannya," jelas Ronaldo. Respon ini mencerminkan mentalitas kompetitif Ronaldo yang selalu mengutamakan kemenangan tim dan fokus pada pertandingan yang ada di depan mata.
Terlepas dari harapan para penggemar, jalan menuju final bagi Argentina dan Portugal masih sangat panjang dan penuh rintangan. Kedua tim harus melewati serangkaian pertandingan sulit melawan lawan-lawan tangguh yang juga memiliki ambisi besar. Namun, dengan kedua megabintang berada di jalur yang berbeda, harapan untuk menyaksikan "last dance" yang paling dinanti di final Piala Dunia 2026 semakin membara, menjanjikan tontonan sepak bola yang tak terlupakan dalam sejarah olahraga.











