Piala Dunia 2026: Luis de la Fuente Sebut Taktik Ralf Rangnick Ancaman Nyata bagi Spanyol

Emanuel

Timnas Spanyol kini bersiap menghadapi laga krusial di babak 32 besar Piala Dunia 2026. La Furia Roja dijadwalkan menantang Austria di Stadion Los Angeles dalam pertandingan hidup-mati yang menuntut kesempurnaan.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa timnya tidak merasa terbebani dengan label favorit juara. Sebaliknya, ekspektasi tinggi dari publik justru dianggap sebagai bahan bakar untuk memacu performa skuadnya di lapangan.

Dalam konferensi pers resmi, De la Fuente mengaku menyukai tekanan besar yang datang kepada anak asuhnya. Ia menilai situasi tersebut justru membuat timnya terus berkembang dan menuntut tanggung jawab penuh dari para pemain.

Jalan Spanyol menuju fase gugur memang tidak selalu mulus. Sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde pada laga pembuka, mereka sempat diragukan oleh banyak pihak.

Namun, Dani Olmo dan rekan-rekannya menunjukkan progres signifikan. Mereka bangkit dengan kemenangan meyakinkan atas Arab Saudi dan memastikan status juara grup setelah menundukkan Uruguay dengan skor tipis 1-0.

Menatap duel kontra Austria, De la Fuente memberikan perhatian khusus pada transformasi taktik yang diterapkan Ralf Rangnick. Ia mengakui bahwa Austria saat ini bukan lagi tim yang mudah ditaklukkan.

Menurut De la Fuente, Austria memiliki disiplin fisik yang sangat baik. Namun di bawah tangan dingin Rangnick, mereka kini bermain dengan skema pressing yang lebih tinggi dan intens.

Sang pelatih asal Spanyol itu menilai materi pemain Austria saat ini sangat cocok dengan gaya permainan agresif yang mereka terapkan. Mereka dianggap telah menemukan ritme yang tepat dan menikmati sepak bola yang mereka mainkan.

Meski demikian, De la Fuente tetap percaya diri dengan persiapan timnya. Ia menegaskan bahwa setiap lawan yang dihadapi di fase gugur akan memberikan tantangan yang berbeda dan lebih sulit.

Laga melawan Austria dipandang sebagai salah satu anak tangga penting menuju target utama, yakni partai final yang akan digelar pada 19 Juli mendatang. Ia meyakini bahwa dalam kondisi laga yang ketat, ketenangan saat momen krusial akan menjadi kunci kemenangan.

Spanyol bertekad untuk membuktikan bahwa mereka layak berada di level tertinggi. Bagi De la Fuente, tantangan adalah cara terbaik untuk mengeluarkan kemampuan maksimal dari dalam diri setiap pemain.

Kini seluruh mata tertuju pada Stadion Los Angeles. Publik menanti apakah taktik matang Spanyol mampu meredam agresivitas Austria atau justru kejutan baru akan tercipta di babak 32 besar Piala Dunia tahun ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All