Gelaran akbar Piala Dunia 2026 akan memasuki fase yang semakin krusial dengan dimulainya babak 32 besar, sebuah format yang memperluas peta persaingan dan menghadirkan tantangan baru bagi tim-tim kontestan. Salah satu pertandingan pembuka yang paling dinanti adalah duel antara Afrika Selatan melawan salah satu tuan rumah, Kanada. Laga yang diprediksi berlangsung sengit ini dijadwalkan akan tersaji di Stadion Los Angeles pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 02.00 WIB, menjadi penanda dimulainya fase gugur yang sesungguhnya.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya, melainkan sebuah panggung bagi Kanada untuk mencetak sejarah baru dalam sepak bola mereka. Di bawah arahan pelatih Jesse Marsch, Timnas Kanada sukses melangkah ke fase gugur Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang partisipasi mereka. Pencapaian ini diraih setelah finis sebagai runner-up Grup B dengan mengoleksi empat poin. Perjalanan mereka di fase grup diwarnai dengan hasil imbang melawan Bosnia dan Herzegovina, kemenangan telak 6-0 atas Qatar, serta satu kekalahan dari Swiss.
Sementara itu, Afrika Selatan, yang akrab disapa Bafana Bafana, juga menunjukkan performa solid dengan lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup A. Mereka berada di bawah tuan rumah Meksiko dan berhasil mengumpulkan jumlah poin yang sama dengan Kanada, yakni empat poin. Konsistensi pertahanan dan semangat juang menjadi kunci keberhasilan mereka melangkah sejauh ini di turnamen empat tahunan tersebut.
Meskipun kedua tim menunjukkan kapasitas untuk bersaing di level tertinggi, catatan sejarah pertemuan mereka di lapangan hijau terbilang sangat minim. Satu-satunya duel yang pernah tercatat antara Afrika Selatan dan Kanada terjadi pada laga persahabatan tahun 2007. Dalam pertandingan tersebut, Bafana Bafana berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0, memberikan mereka keunggulan rekor pertemuan jelang laga krusial ini. Namun, jeda waktu yang sangat panjang dan perubahan generasi pemain membuat rekor tersebut mungkin tidak terlalu relevan secara langsung dalam pertandingan kali ini.
Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, menunjukkan optimisme tinggi jelang pertandingan yang penuh tekanan ini. Ia menyadari bahwa babak gugur Piala Dunia adalah tantangan yang sama sekali baru bagi sebagian besar anggota timnya, namun ia juga melihatnya sebagai peluang untuk tumbuh. "Berbicara tentang babak gugur Piala Dunia dan fakta bahwa kami belum pernah ke sana berarti tim kami belum pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya," ujar Marsch pada Minggu, 28 Juni 2026. Ia menambahkan, "Tetapi kami pernah berada dalam situasi serupa. Alphonso pernah berada di final Liga Champions UEFA." Pernyataan ini merujuk pada pengalaman bintang mereka, Alphonso Davies, yang telah merasakan atmosfer pertandingan besar di level klub.
Marsch juga menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi segala kemungkinan di lapangan. "Kami akan mengalami kesulitan dalam pertandingan, kami akan mengalami keberhasilan, kami akan menghadapi tantangan, dan kuncinya adalah kami siap menghadapi semua tantangan itu," tegasnya. Bagi Marsch pribadi, momen-momen seperti ini adalah puncak dari profesi seorang pelatih. "Bagi saya, ketika Anda menjalani profesi ini, saya hidup untuk momen-momen seperti ini," pungkasnya, menunjukkan antusiasme dan determinasi yang tinggi.
Dari sisi skuad, Afrika Selatan di bawah komando pelatih Hugo Broos dipastikan akan kehilangan gelandang veteran mereka, Themb Zwane, yang harus absen karena sanksi kartu merah. Kehilangan Zwane tentu menjadi pukulan bagi lini tengah Bafana Bafana. Namun, kabar baik datang dari Teboho Mokoena yang sudah bisa kembali bermain setelah masa skorsingnya selesai. Kehadiran Mokoena diharapkan bisa menambal kekosongan yang ditinggalkan Zwane dan memperkuat poros tengah Afrika Selatan.
Di kubu lawan, Kanada diprediksi tidak akan banyak mengubah komposisi pemain utama mereka. Pelatih Jesse Marsch kemungkinan besar akan menurunkan kerangka tim yang serupa dengan formasi yang berhasil tampil apik saat melawan Swiss di fase grup. Nama-nama andalan seperti Tajon Buchanan, penyerang Jonathan David, dan Cyle Larin diprediksi kuat akan tampil sejak menit awal untuk menggedor pertahanan lawan. Namun, ada sedikit kekhawatiran mengenai kondisi kebugaran bintang utama mereka, Alphonso Davies, yang dilaporkan masih menjadi tanda tanya dan terus dipantau menjelang kick-off. Kehadiran Davies di lapangan akan sangat vital bagi kekuatan serangan Kanada.
Berikut adalah prakiraan susunan pemain dari kedua tim yang akan berlaga di Stadion Los Angeles:
Afrika Selatan (Formasi 4-2-3-1)
Kiper: Williams
Bek: Mudau, Okon, Mbokazi, Modiba
Gelandang: Mbatha, Mokoena, Maseko, Mofokeng, Appollis
Penyerang: Makgopa
Pelatih: Hugo Broos
Kanada (Formasi 4-4-2)
Kiper: Crépeau
Bek: Johnston, De Fougerolles, Cornelius, Laryea
Gelandang: Buchanan, Saliba, Choinière, Ahmed
Penyerang: David, Larin
Pelatih: Jesse Marsch
Menjelang pertandingan, sejumlah media olahraga internasional telah merilis prediksi skor mereka. Mayoritas bursa prediksi lebih mengunggulkan Kanada untuk memenangi laga dan melaju ke babak berikutnya, meskipun Afrika Selatan memiliki rekor pertemuan yang lebih baik.
Prediksi Skor dari Berbagai Media Pengamat:
- Whoscored: Afrika Selatan 0-2 Kanada
- Sportsmole: Afrika Selatan 1-2 Kanada
- Sports Illustrated: Afrika Selatan 0-2 Kanada
Pertandingan ini akan menjadi pembuktian bagi Timnas Kanada untuk melanjutkan tren sejarah mereka di Piala Dunia dan menunjukkan bahwa mereka layak berada di fase gugur sebagai salah satu tuan rumah. Di sisi lain, ini juga akan menjadi ujian konsistensi bagi Afrika Selatan dalam mempertahankan performa lini pertahanan mereka dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di panggung global. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dan melaju ke babak 16 besar? Laga di Los Angeles ini dipastikan akan menyajikan drama sepak bola yang tak terlupakan.











