Pertarungan Krusial Grup H: Cape Verde vs Arab Saudi Perebutkan Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Danu Ilham

Duel penentu nasib di Grup H Piala Dunia 2026 tersaji antara kuda hitam Cape Verde dan Arab Saudi. Kedua tim saling berhadapan dalam laga krusial yang menentukan langkah mereka menuju babak 16 besar. Cape Verde datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan sejarah di turnamen ini, sementara Arab Saudi bertekad meraih kemenangan demi menjaga asa lolos dari fase grup.

Situasi Grup H menjadikan pertandingan ini sebagai "hidup mati" bagi kedua kesebelasan. Cape Verde memiliki keuntungan, kemenangan akan langsung mengantar mereka ke fase gugur, kemungkinan sebagai runner-up grup. Hasil imbang pun akan menempatkan mereka dalam posisi yang sangat baik untuk lolos, baik sebagai peringkat kedua jika Uruguay kalah atau mencetak gol lebih sedikit, atau sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Sebaliknya, Arab Saudi wajib meraih tiga poin untuk bisa melangkah ke babak selanjutnya. Kekalahan atau hasil imbang akan otomatis menghentikan perjalanan mereka di turnamen akbar empat tahunan ini. Mereka berpotensi menjadi runner-up jika Uruguay gagal mengalahkan Spanyol, atau bahkan memuncaki grup dengan selisih gol yang luar biasa besar. Pemenang laga ini bahkan berpeluang menghadapi Argentina di babak selanjutnya jika lolos sebagai runner-up.

Dalam pertandingan penting ini, kedua pelatih melakukan sejumlah penyesuaian strategi pada susunan pemain mereka. Dari kubu Cape Verde, Vozinha dipercaya menjaga gawang, didukung oleh lini belakang yang diisi Paulo, Diney, Pico, dan Wagner Pina. Di lini tengah, Kevin Pina, Willy Semedo, Monteiro, dan Deroy Duarte akan menjadi motor serangan bersama Ryan Mendes, sementara Livramento bertindak sebagai ujung tombak.

Sejumlah perubahan signifikan terlihat di skuad Cape Verde. Paulo dan Wagner Pina mendapatkan kesempatan starter pertama kali, menggantikan Sidny Lopes Cabral yang terkena skorsing dan bek sayap Steven Moreira. Willy Semedo menjadi pilihan ketiga sebagai gelandang kiri setelah Jovane Cabral dan Garry Rodrigues di pertandingan sebelumnya. Livramento kembali dipercaya sebagai striker utama, mengambil alih posisi Benchimol yang bermain melawan Uruguay. Kevin Pina dan Jamiro Monteiro tetap menjadi starter di lini tengah, sementara Deroy Duarte tampil menggantikan Laros Duarte dan Telmo Arcanjo.

Di kubu Arab Saudi, pelatih Georgios Donis memasukkan Nawaf Boushal, Sultan Mandash, dan Mohamed Kanno ke dalam starting eleven. Mohammad Al-Owais berdiri di bawah mistar gawang, dengan Boushal, Al-Amri, Al-Tambakti, dan Abdulhamid mengisi lini pertahanan. Lini tengah dipercayakan kepada S. Al-Dawsari, N. Al-Dawsari, Al-Khaibari, dan Mandash, sementara Kanno dan Al-Buraikan akan memimpin lini serang. Mandash baru memainkan debutnya di turnamen ini, sementara Kanno yang sebelumnya menjadi starter di laga pembuka dan pemain pengganti di pertandingan kedua, kini kembali dipercaya. Perubahan ini membuat Ali Lajami, Moteb Al-Harbi, dan Musab Al-Juwayr tidak masuk dalam daftar pemain utama.

Fokus perhatian tentu tertuju pada beberapa pemain kunci yang berpotensi menjadi pembeda. Dari Cape Verde, kapten Ryan Mendes siap mencatatkan rekor penampilan ke-100 bersama tim nasional, menjadikannya pemain pertama yang mencapai tonggak sejarah tersebut. Ia juga satu-satunya pemain yang mencetak lebih dari 20 gol untuk negaranya. Di bawah mistar gawang, Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang kini menjadi sensasi Instagram dengan pengikut 16,7 juta, akan melakoni penampilan ke-93. Penampilannya yang luar biasa saat menahan gempuran Spanyol dan Uruguay telah menjadikannya pahlawan.

Meskipun bek Villarreal Logan Costa absen karena cedera ACL, kehadiran Wagner Pina dari Trabzonspor di lini belakang memberikan kekuatan. Gelandang Kevin Pina (Krasnodar) dan Hélio Varela (Maccabi Tel Aviv) menjadi pencetak gol saat melawan Uruguay, dengan Varela mencetak gol penyeimbang sebagai pemain pengganti. Namun, Varela akan memulai laga dari bangku cadangan kali ini, begitu pula Steven Moreira (Columbus Crew), bek terbaik MLS 2024. Tak ketinggalan, bek Shamrock Rovers kelahiran Dublin, Pico Lopes, juga menjadi sorotan.

Dari kubu Arab Saudi, Saud Abdulhamid (Lens) menjadi satu-satunya pemain yang tidak berbasis di Liga Pro Saudi yang kaya raya. Lini serang Arab Saudi masih mencari gol, mengingat gol mereka sejauh ini datang dari bek Abdulelah Al-Amri saat melawan Uruguay. Kapten Salem Al-Dawsari, gelandang kiri dengan 113 penampilan dan 27 gol internasional, diharapkan menjadi motor serangan. Kiper Mohammad Al-Owais, yang tampil gemilang saat mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022 dan meraih rating 9 dari The Guardian di laga pembuka melawan Uruguay, kembali dipercaya menjaga gawang.

Peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup oleh wasit Francois Letexier dari Prancis, didampingi oleh tim VAR yang dipimpin Marco Di Bello. Awal pertandingan berjalan cukup lambat dengan banyak perebutan bola di lini tengah. Pada menit pertama, Ryan Mendes sempat tergeletak setelah berbenturan lutut, namun ia bisa melanjutkan permainan. Pada menit keempat, Saud Abdulhamid dari Arab Saudi diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap João Paulo. Cape Verde mendominasi penguasaan bola di awal, namun seringkali mengoper bola ke belakang, menunjukkan pendekatan yang hati-hati. Arab Saudi, meskipun rapi dalam membangun serangan, kesulitan menembus pertahanan lawan.

Peluang pertama datang pada menit ke-18 ketika Salem Al-Dawsari melepaskan tendangan keras yang berhasil diblok oleh Wagner Pina. Dua menit berselang, Cape Verde mendapatkan sepak pojok namun gagal memanfaatkannya. Permainan yang disebut "frustrasi" oleh pengamat ini mulai menunjukkan sedikit intensitas. Pada menit ke-22, Willy Semedo melepaskan tembakan ke gawang yang membuat kiper Al-Owais kerepotan dan menghasilkan sepak pojok, meskipun kembali gagal berbuah gol. Hingga menit ke-28, permainan kembali dilanjutkan setelah jeda singkat, dengan Willy Semedo mendapatkan tendangan bebas di area tengah lapangan, menunjukkan pergerakan yang lincah di awal laga.

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama antara kedua negara yang terpisahkan oleh benua Afrika dan ribuan mil air. Bagi Cape Verde, partisipasi di Piala Dunia tahun ini merupakan yang pertama kalinya, dan mereka memanfaatkan keuntungan bermain di hadapan diaspora besar mereka di Amerika Serikat. Sejarah mencatat, Arab Saudi terakhir kali mencapai babak gugur pada Piala Dunia 1994, sebuah turnamen di mana salah satu gol terbaik dicetak oleh Said Al-Owairan saat melawan Belgia. Menariknya, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, menambah motivasi mereka untuk tampil lebih baik di edisi kali ini. Laga krusial ini berjalan bersamaan dengan pertandingan lain di Grup H antara Uruguay melawan Spanyol, di mana hasilnya akan sangat memengaruhi perhitungan akhir kelolosan tim-tim di grup ini.

Dengan jalannya pertandingan yang masih panjang dan tensi yang terus meningkat, duel antara Cape Verde dan Arab Saudi dipastikan akan menyajikan drama hingga menit terakhir. Siapa pun yang berhasil meraih kemenangan akan mengukir sejarah baru dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sementara yang kalah harus rela angkat koper lebih awal dari turnamen bergengsi ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All