Pertarungan Hidup Mati Grup L Piala Dunia 2026: Kroasia Hadapi Ghana, Asa Modric di Ujung Tanduk

Danu Ilham

Pertandingan krusial di Grup L Piala Dunia 2026 akan tersaji malam ini saat Kroasia menghadapi Ghana dalam duel penentuan tiket menuju babak 16 besar. Laga ini menjadi "winner takes all" bagi kedua tim, meskipun Ghana memiliki sedikit keuntungan dengan unggul satu poin di klasemen sementara, yang berarti hasil imbang sudah cukup bagi mereka untuk melangkah ke fase gugur.

Kick-off pertandingan dijadwalkan pada pukul 22.00 BST (27 Juni 2026), atau pukul 17.00 EDT dan 07.00 AEST (28 Juni 2026). Wasit Drew Fischer dari Kanada akan memimpin jalannya laga yang diperkirakan berlangsung sengit ini.

Skuad Ghana, di bawah arahan pelatih Carlos Queiroz, dikenal dengan disiplin dan organisasi pertahanan yang ketat. Queiroz memiliki reputasi membangun tim yang solid di lini belakang, sebuah pendekatan yang mungkin membuat lawan frustrasi. Adaptasi signifikan tentu dibutuhkan oleh pemain seperti Antoine Semenyo, yang mungkin terbiasa dengan gaya permainan lebih menyerang di klubnya, kini harus menyesuaikan diri dengan pendekatan defensif khas Queiroz di tim nasional Ghana. Semenyo juga dikenal dengan kemampuan lemparan ke dalamnya yang jauh, sebuah senjata tak terduga yang bisa dimanfaatkan.

Di sisi lain, Kroasia, finalis Piala Dunia 2018 dan peraih peringkat ketiga pada 2022, adalah tim yang tangguh ketika mereka tampil dalam performa terbaik. Namun, dalam turnamen kali ini, performa mereka belum meyakinkan. Setelah menelan kekalahan 2-4 dari Inggris di pertandingan pertama, Kroasia hanya mampu menang tipis 1-0 atas Panama, berkat penampilan gemilang kiper Dominik Livakovic.

Kapten sekaligus gelandang legendaris Luka Modric, yang baru saja mencatatkan penampilan internasional ke-200 dalam laga melawan Panama, belum sepenuhnya menemukan ritme permainannya di turnamen ini. Di usianya yang ke-40, Modric membutuhkan lebih banyak bantuan dari rekan-rekan setimnya, karena beban untuk membawa tim tidak bisa dipikul sendirian. Ada harapan besar bahwa ia akan mendapatkan lebih banyak ruang dan waktu saat menghadapi Ghana, terutama jika Black Stars menerapkan blok pertahanan rendah seperti yang diperkirakan.

Ivan Perisic, penyerang Kroasia yang berpengalaman, menyatakan keyakinannya terhadap rekor positif timnya melawan tim-tim Afrika. Sejak 2014, Kroasia telah mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang melawan wakil-wakil Afrika di Piala Dunia, termasuk kemenangan perebutan tempat ketiga atas Maroko pada edisi sebelumnya. "Itu adalah sesuatu yang kami perhatikan," kata Perisic. "Kami telah bermain melawan banyak tim Afrika dalam 10 tahun terakhir, dan semua hasilnya positif. Jadi saya percaya kali ini juga akan sama, dan kami akan memainkan pertandingan yang sangat baik."

Namun, pelatih kepala Kroasia, Zlatko Dalic, mengakui bahwa timnya belum menunjukkan performa terbaik. "Kami perlu meningkatkan level permainan kami," ujarnya melalui penerjemah. "Kami belum seperti Kroasia yang sebenarnya. Kami belum menunjukkan yang terbaik, tetapi besok adalah kesempatan untuk melakukannya. Kami tidak pernah membuat begitu banyak kesalahan dalam umpan atau saat menguasai bola. Ini adalah kekuatan kami, tapi kami justru mudah kehilangan bola. Kami harus lebih cepat dan meningkatkan level konsentrasi."

Perisic juga sempat mempertanyakan apakah Ghana akan terus menggunakan pendekatan blok rendah yang menjadi ciri khas tim-tim asuhan Carlos Queiroz di Piala Dunia. "Mereka adalah tim yang sangat bagus, sangat kompak," kata Perisic. "Mungkin mereka bermain dengan blok rendah dalam dua pertandingan terakhir. Mengingat itu, mungkin mereka akan berubah untuk besok, tapi kami harus siap untuk kedua opsi. Namun, kami fokus pada diri sendiri dan permainan kami, dan apa yang perlu kami lakukan. Kami harus jauh lebih baik daripada dua pertandingan sebelumnya."

Situasi di Grup L saat ini sangat ketat. Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi empat poin, sementara Kroasia memiliki tiga poin, dan Panama sudah dipastikan tersingkir. Ini berarti, Ghana hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, sementara Kroasia wajib memenangkan pertandingan untuk mengamankan posisi kedua. Kemenangan akan membawa Kroasia ke babak 16 besar, melanjutkan tradisi mereka sebagai salah satu kuda hitam di turnamen besar.

Susunan pemain awal untuk pertandingan ini telah dirilis.
Kroasia: Livakovic, Stanisic, Sutalo, Pongracic, Perisic, Modric, Kovacic, Vlasic, Petar Sucic, Baturina, Budimir.
Cadangan Kroasia: Pandur, Kotarski, Gvardiol, Caleta-Car, Moro, Kramaric, Mario Pasalic, Jakic, Fruk, Matanovic, Luka Sucic, Vuskovic, Marco Pasalic, Erlic, Musa.

Ghana: Asare, Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah, Partey, Owusu, Sibo, Sulemana, Ayew, Semenyo.
Cadangan Ghana: Ati-Zigi, Anang, Seidu, Yirenkyi, Mumin, Fatawu, Thomas-Asante, Baah, Baba, Opoku, Williams, Boakye, Oppong, Nuamah, Adu.

Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiket 16 besar, tetapi juga ujian bagi generasi emas Kroasia yang menua, dan kesempatan bagi Ghana untuk membuktikan kapasitas mereka di panggung dunia. Tekanan besar ada pada Kroasia untuk mengembalikan performa terbaik mereka, sementara Ghana akan berusaha memanfaatkan keunggulan satu poin dan strategi defensif mereka.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All