Perkuat Ketahanan Pesisir Balikpapan, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Bibit Mangrove

Rini Widiyarti

PT Pertamina Port And Logistics (PPL) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menginisiasi program rehabilitasi ekosistem pesisir. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penanaman sebanyak 600 bibit mangrove di kawasan Shorebase Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur. Aksi lingkungan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik kawasan operasional, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi.

Direktur Pertamina Port And Logistics, Muhammad Akbar Thaib, menyampaikan bahwa rehabilitasi mangrove tersebut merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Pihaknya berupaya menyelaraskan kegiatan operasional logistik dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar area operasional perusahaan.

Penanaman mangrove di Shorebase Tanjung Batu ini bukan sekadar seremoni penghijauan biasa. Sebelum bibit ditanam, tim teknis PPL telah melakukan serangkaian perencanaan yang sangat komprehensif. Proses ini melibatkan pemetaan lokasi secara mendetail serta identifikasi kondisi lahan yang paling ideal. Pemilihan jenis mangrove pun dilakukan dengan penuh pertimbangan agar sesuai dengan karakteristik tanah dan kadar salinitas air di kawasan tersebut. Hal ini sangat krusial untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup bibit yang ditanam agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis yang maksimal.

Secara ekologis, keberadaan hutan mangrove di sepanjang garis pantai memiliki peran vital yang tidak bisa digantikan oleh infrastruktur buatan. Mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang meredam energi gelombang laut, sehingga mampu mencegah erosi tanah atau abrasi yang mengancam daratan. Selain itu, akar mangrove yang kompleks menjadi habitat bagi berbagai biota laut, seperti ikan kecil, kepiting, dan udang. Dengan demikian, penanaman ini juga berkontribusi pada terjaganya keanekaragaman hayati di perairan Balikpapan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan industri strategis.

Muhammad Akbar Thaib menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari filosofi bisnis berkelanjutan yang dianut oleh Pertamina Port And Logistics. Sebagai entitas yang bergerak di sektor logistik pelabuhan, perusahaan sadar betul akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dengan perlindungan lingkungan hidup. Upaya rehabilitasi ini diproyeksikan tidak hanya berhenti di angka 600 pohon, melainkan akan terus berlanjut sebagai komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap pengembangan kawasan pesisir yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Keberhasilan program rehabilitasi ini nantinya diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pelaku industri lain yang beroperasi di wilayah pesisir Kalimantan Timur. Dengan kondisi geografis Balikpapan yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas laut, pelestarian ekosistem mangrove menjadi kebutuhan mendesak. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat setempat akan sangat menentukan keberhasilan pelestarian kawasan ini dalam jangka panjang. PPL optimistis bahwa investasi hijau seperti ini akan membawa manfaat ganda, yakni menjaga keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus memberikan warisan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.

Lebih jauh, langkah ini sejalan dengan agenda global dalam mengurangi emisi karbon melalui pemulihan ekosistem biru atau blue carbon. Tanaman mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang sangat efisien, bahkan jauh lebih efektif dibandingkan hutan daratan dalam menyimpan cadangan karbon di dalam sedimen tanahnya. Dengan menjaga kelestarian mangrove, Pertamina Port And Logistics secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam upaya nasional untuk mencapai target net zero emission. Dampak positif dari penanaman ini pun diharapkan dapat dirasakan langsung oleh ekosistem flora dan fauna di sekitar Tanjung Batu, yang akan mendapatkan ruang hidup yang lebih bersih dan terlindungi.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance, PPL berkomitmen untuk terus memantau perkembangan bibit mangrove yang telah ditanam. Perusahaan memastikan bahwa program ini akan diikuti dengan kegiatan pemeliharaan berkala agar bibit-bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai benteng pesisir. Langkah ini menjadi bukti bahwa sektor industri logistik dapat bertransformasi menjadi sektor yang ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan efisiensi operasional.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa (30/6/2026), pihak perusahaan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada satu titik saja. Agenda keberlanjutan akan terus diintegrasikan ke dalam setiap kebijakan strategis perusahaan ke depan. Fokus utama PPL ke depan mencakup perluasan cakupan rehabilitasi di area lain yang dinilai memiliki tingkat kerawanan abrasi tinggi. Dengan pendekatan berbasis riset dan keterlibatan aktif, Pertamina Port And Logistics berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Balikpapan.

Secara keseluruhan, aksi nyata penanaman 600 bibit mangrove ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan hidup di tengah masifnya aktivitas industri. Dengan memadukan perencanaan yang matang, pemilihan lokasi yang tepat, serta komitmen berkelanjutan, PPL menunjukkan bahwa industri dan alam dapat tumbuh berdampingan. Upaya ini merupakan langkah kecil namun signifikan dalam memastikan bahwa kawasan pesisir Balikpapan tetap lestari, tangguh, dan mampu terus mendukung kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All