Perkuat Ekspor Komoditas, ICDX Jalin Kerja Sama Strategis dengan Bursa Belarus

Rini Widiyarti

Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Belarus Universal Commodity Exchange (BUCE). Kerja sama ini bertujuan memperkuat hubungan perdagangan komoditas antara Indonesia dan Belarus.

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta. Langkah ini diambil untuk menciptakan hubungan perdagangan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Penandatanganan dilakukan di sela acara Indonesia Belarus Business Forum and Business Matching. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pada 30 Juni 2026.

Direktur ICDX, Troydon Miranda, hadir mewakili pihak Indonesia dalam seremoni penandatanganan tersebut. Sementara BUCE diwakili oleh Executive Assistant to the Chairman of the Board, Aliaksandr Bashliy.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ICDX, Nursalam, menyatakan bahwa MoU ini menjadi titik awal kolaborasi strategis. Kerja sama ini diharapkan memperluas jaringan bisnis internasional bagi pelaku usaha nasional.

Nursalam menyebut kemitraan ini tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan grosir komoditas saja. Kedua pihak akan fokus mengidentifikasi komoditas potensial untuk diperdagangkan melalui platform elektronik bursa.

Selain itu, kerja sama mencakup konsultasi intensif mengenai pengembangan hubungan bilateral kedua negara. Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan potensi pasar di masing-masing wilayah.

Kehadiran kolaborasi ini diharapkan memberikan akses lebih luas bagi eksportir Indonesia ke pasar Belarus. Sebaliknya, pelaku usaha Belarus kini memiliki jembatan lebih mudah masuk ke pasar domestik.

Sebelumnya, ICDX juga mencatatkan kinerja positif melalui pertumbuhan transaksi emas digital sebesar 246% pada kuartal pertama 2026. Hal ini menunjukkan dinamika positif dalam ekosistem bursa komoditas nasional.

Sinergi antara ICDX dan BUCE diproyeksikan akan meningkatkan volume perdagangan kedua negara di masa depan. Fokus utama tetap pada transparansi dan efisiensi perdagangan melalui teknologi platform digital bursa.

Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memperluas jangkauan pasar ekspor non-tradisional. Diharapkan langkah konkret segera menyusul pasca penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

Kemitraan internasional ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah dan pelaku industri kini menanti implementasi nyata dari kerja sama bilateral ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All