Perginya Kang Saep: Icuk Nugroho, Aktor Preman Pensiun Meninggal Dunia di Usia 50 Tahun

Wibowo

Industri hiburan Tanah Air kembali berduka. Aktor Icuk Nugroho, yang dikenal luas melalui perannya sebagai Kang Saep dalam sinetron populer "Preman Pensiun," dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 08.51 WIB. Aktor berusia 50 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICCU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat, diduga akibat serangan jantung.

Jenazah seniman kelahiran Cimahi, 28 April 1976, ini disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Graha Bukit Raya I Blok F8 Nomor 30, Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kabar duka ini pertama kali menyebar di media sosial melalui unggahan Karina Ranau, mantan istri aktor Epy Kusnandar. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, serta rekan-rekan sesama pemeran Icuk.

Sebelum meninggal, Icuk Nugroho masih aktif menghibur sekitar 40 ribu pengikutnya di Instagram melalui unggahan video sketsa komedi pendek. Menurut pemberitaan viva.co.id, video akting terakhirnya bersama Ceu Edoh dipublikasikan sekitar lima hari sebelum sang aktor dinyatakan meninggal dunia, menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap dunia seni peran hingga akhir hayatnya.

Perjalanan karier Icuk Nugroho di dunia hiburan dimulai sejak masa sekolah menengah atas (SMA) sebagai Master of Ceremony (MC) di lingkungan lokal. Pengalaman ini menjadi bekal berharga saat ia merambah ke dunia seni peran, awalnya sebagai figuran hingga akhirnya mendapatkan peran ikonik sebagai bos copet dalam sinetron "Preman Pensiun," yang ia lakoni dari musim pertama hingga kelima. Icuk sendiri mengakui bahwa pengalamannya sebagai pemandu acara sangat membantu membentuk mentalnya dalam berakting di depan kamera.

"Saya sejak SMA jadi Ketua Karang Taruna. Akhirnya saya disuruh menjadi MC. Setiap ada acara di kelurahan saya, saya jadi MC. Di situlah saya dididik untuk tidak grogi di depan umum. Di situlah mulai urat malu saya putus. Saya tidak punya malu, saya punya modal PD," ujar Icuk Nugroho, mengenang awal mula kiprahnya.

Setelah sempat vakum dari dunia hiburan selama masa kuliah, ketertarikannya pada seni peran kembali bangkit saat ia terlibat dalam proyek film televisi (FTV) lokal. "Film pertama saya adalah Gede Rasa di PJTV. Itu saya pertama kali menikmati dunia film itu seperti ini," kata Icuk Nugroho.

Minat yang besar ini mendorong Icuk untuk aktif mencari peran melalui berbagai audisi di ibu kota. Ia harus melewati puluhan kali penolakan sebelum akhirnya berhasil mendapatkan karakter Kang Saep yang melekat padanya. Perjuangan ini tidaklah mudah, Icuk kerap kali harus menempuh perjalanan bolak-balik Bandung-Jakarta dengan biaya patungan.

"Saya 20 kali ikut casting tak pernah diterima, bolak-balik Bandung-Jakarta, Bandung-Jakarta, patungan pakai mobil, berangkat. Tapi tetap bukan rezeki, dan saya juga belum pengalaman di bidang itu," ungkap Icuk Nugroho. Demi melanjutkan kariernya di industri televisi, ia bahkan pernah rela bekerja sebagai pemain figuran dengan honor hanya Rp50 ribu per hari. Keputusan ini sempat menimbulkan keretakan dalam rumah tangganya karena dianggap tidak mencukupi kebutuhan finansial.

"Akhirnya keluarga tidak mendukung, karena tidak menghasilkan uang. Mantan istri saya pernah ngomong, ‘apa-apaan kaya gini enggak bakal jadi artis’," kenang Icuk. Namun, kegagalan audisi dan ketidaksetujuan keluarga tidak menyurutkan ambisinya. Setelah resmi berpisah dengan istrinya pada tahun 2013, Icuk tetap gigih.

Dalam proses seleksi pemain "Preman Pensiun," Icuk menunjukkan totalitasnya dengan datang sangat awal ke lokasi casting. "Di Preman Pensiun saya datang yang pertama, tidak ada siapa-siapa masih kosong. Casting jam 8, saya jam setengah 8 sudah di situ. Saking rajin dan obsesi saya pengen jadi (aktor), (dan) menunjukkan saya juga bisa," ucap Icuk Nugroho.

Kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Pihak stasiun televisi menghubunginya secara mendadak pada tengah malam untuk segera mengikuti proses pengambilan gambar. "Malamnya, dua hari kemudian ditelepon dari RCTI, jam 12 malam. Kenapa waktu itu saya tidak bisa tidur. Biasanya jam segitu udah tidur, itu firasat. Kalau saya kebablasan enggak tahu tuh, kalau enggak diangkat mungkin perannya diganti orang. Ternyata Tuhan menghendaki hal lain, saya harus mengangkat telepon itu," cerita Icuk.

Kepergian aktor yang juga pernah bekerja sebagai penyedia jasa servis kompor gas di Kota Cimahi ini menyisakan duka mendalam bagi rekan kerja dan para pemirsa setia "Preman Pensiun." Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial. "Innalillahi wa Innalillahi rajiun. Selamat Jalan Kang Saep..," ungkap Wahyu Widyatmoko.

Karina Ranau juga menyampaikan kesedihan mendalamnya melalui takarir di akun media sosialnya. "Innalillahiwainnailaihirojiun A Saep. Titip salam kalau ketemu Akang ya @epy_kusnandar_official," tulis Karina. Rekan sesama aktor, Abenk Marco, turut memanjatkan doa terbaik. "Semoga almarhum diterima segala kebaikannya, dihapuskan segala dosa-dosanya, serta diberikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan buat keluarga yang ditinggalkan."

Sejumlah penonton setia "Preman Pensiun" juga meninggalkan pesan perpisahan di kolom komentar unggahan terakhir almarhum. Banyak yang mengenang perubahan fisik Icuk yang terlihat semakin kurus sebelum wafat. "Ya allah bos saep pantes disini kurus banget badannya, gak nyangka kamu meninggal kaget banget baru aja buka ig aku, tenang di surga y kamu, kamu sudah bertemu yang laen para pemaen yang udah berpulang lebih dulu," tulis salah satu netizen.

Apresiasi terhadap dedikasi Icuk di panggung hiburan nasional sejak tahun 2015 terus mengalir dari masyarakat yang merasa terhibur dengan karakter jenaka yang ia perankan. "Pileuleuyan kang, bakal kehilangan dia kkn kuliah kerja nyopet… Allahumaghfirlahu…" kata netizen lain. Gelombang ucapan duka dari para penggemar menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi sang aktor yang telah memberikan warna dalam layar kaca Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga mendiang Icuk Nugroho dilaporkan masih mengurus segala keperluan pemakaman. Informasi resmi mengenai waktu dan lokasi penguburan masih menunggu keputusan final dari pihak keluarga.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All