Penjualan Changan Masih di Angka 231 Unit, Sang CEO: Ibarat Bayi, Kami Butuh Proses

Emanuel

Jakarta, Indonesia – Kiprah merek otomotif asal China, Changan, di pasar kendaraan roda empat Indonesia memang belum mencatatkan angka penjualan yang fantastis. Meski telah resmi hadir sejak tahun lalu, total distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer atau wholesales baru mencapai 231 unit hingga lima bulan pertama tahun 2024.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari dua model yang dipasarkan saat ini. Mobil listrik Lumin menjadi penyumbang terbesar dengan total 119 unit, disusul oleh model S07 sebanyak 112 unit. Sementara itu, untuk periode penjualan tahun lalu sejak peluncuran perdana pada November 2025, angka distribusi tercatat masih nol.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, secara terbuka mengakui bahwa performa penjualan tersebut memang belum memenuhi ekspektasi perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa capaian saat ini merupakan bagian dari tahapan awal yang harus dilalui oleh merek pendatang baru di tengah ketatnya persaingan otomotif nasional.

Menurut Setiawan, membangun sebuah merek di negara baru memerlukan waktu dan kesabaran. Ia menganalogikan perjalanan Changan di Indonesia seperti fase pertumbuhan seorang anak manusia yang tidak bisa langsung mahir berlari.

Bayi baru lahir kan tidak bisa langsung lari, tentu saja butuh proses, ujar Setiawan saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/6).

Tantangan utama yang dihadapi Changan saat ini adalah penyesuaian harga jual di pasar domestik. Model S07 saat ini dipasarkan dengan harga Rp619 juta, sementara model mungil Lumin dibanderol di angka Rp222 juta. Harga yang relatif tinggi di segmennya menjadi salah satu faktor yang membuat laju penjualan belum begitu agresif.

Untuk mendongkrak performa, Changan telah menyiapkan strategi dengan menghadirkan model terbaru, yakni S05. Mobil berjenis SUV lima penumpang ini rencananya akan dipasarkan di kisaran harga Rp500 jutaan dan sudah bisa dipesan oleh konsumen.

S05 hadir dengan dua pilihan sistem penggerak, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Setiawan berharap kehadiran model ini dapat meningkatkan minat masyarakat serta memperkuat posisi merek Changan di mata konsumen Indonesia.

Keduanya memang mirip angka dan belum maksimal. Mudah-mudahan dengan lahirnya S05 ini, masyarakat bisa semakin kenal dengan produk kami, tambahnya.

Ke depannya, Changan juga berkomitmen untuk terus melengkapi jajaran produknya. Perusahaan berencana membawa tipe-tipe lain yang lebih terjangkau agar permintaan pasar bisa lebih terserap dengan maksimal. Dengan variasi model yang lebih luas, Setiawan optimistis bahwa penetrasi pasar Changan akan terus membaik seiring berjalannya waktu.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All