Sunday, 12 July 2026
BREAKING
BANSOS

Pecinta Kopi ‘Ngilu’ Lambung? Ini Rahasia Racik Kopi Rendah Asam Tanpa Ribet di Rumah

Oleh Rini Widiyarti July 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Bagi penderita GERD atau masalah asam lambung, secangkir kopi seringkali menjadi momok. Kekhawatiran akan sensasi perih di ulu hati membuat banyak orang terpaksa menjauhi minuman favorit ini. Namun, bukan berarti kenikmatan kopi harus sirna. Dengan trik sederhana, kopi ramah lambung bisa dinikmati tanpa rasa cemas.

Kopi rendah asam atau ‘low acid coffee’ kini menjadi solusi populer. Jenis kopi ini dirancang agar lebih lembut di lambung dibandingkan kopi konvensional. Kadar keasamannya yang lebih rendah, baik secara alami maupun melalui proses tertentu, membuatnya lebih bersahabat bagi pencernaan sensitif.

Lantas, bagaimana cara membuat kopi rendah asam di rumah? Kunci utamanya terletak pada pemilihan biji kopi dan teknik penyeduhan yang tepat. Tingkat pemanggangan biji kopi memegang peranan krusial.

Biji kopi dengan tingkat pemanggangan ‘dark roast’ atau sangrai gelap adalah pilihan terbaik. Ciri-cirinya adalah warna cokelat gelap hingga hampir hitam, rasa yang kuat namun pahit alami, dan yang terpenting, kadar asam yang jauh lebih rendah. Proses pemanggangan yang lama memecah senyawa asam dalam biji kopi.

Selain biji, metode penyeduhan juga sangat berpengaruh. Teknik ‘cold brew’ atau seduh dingin sangat direkomendasikan. Metode ini menggunakan air bersuhu dingin untuk menekan ekstraksi asam berlebih.

Cara membuat cold brew cukup mudah. Siapkan sekitar 100 gram kopi gilingan kasar dalam wadah. Tuangkan 1 liter air suhu ruang atau dingin, aduk rata, lalu simpan di lemari es selama 12 hingga 24 jam. Setelah itu, saring ampasnya. Hasilnya adalah konsentrat kopi yang halus di lidah.

Bagi yang menyukai kopi hangat, suhu air penyeduhan perlu diperhatikan. Hindari menyiram bubuk kopi dengan air mendidih langsung. Biarkan air mendidih turun suhunya selama 30-60 detik. Suhu yang lebih seimbang menghasilkan rasa kopi nikmat tanpa membebani lambung.

Takaran kopi dan air juga penting. Rasio ideal untuk kopi ringan adalah 1 sendok makan bubuk kopi untuk 200-250 ml air. Ini menghasilkan kekuatan rasa sedang yang tidak terlalu pekat.

Waktu minum kopi juga memengaruhi. Hindari minum kopi saat perut kosong karena dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Nikmati kopi setelah makan, baik sarapan, makan siang, atau camilan sehat.

Perhatikan juga tambahan pemanis dan krimer. Gula berlebih atau krimer tertentu bisa memperburuk peradangan. Kopi hitam yang sedikit encer seringkali lebih aman daripada kopi susu manis.

Sebagai tips tambahan, batasi konsumsi kopi maksimal 1-2 cangkir per hari. Hindari minum kopi menjelang tidur untuk mencegah refluks malam hari. Pilih biji kopi dengan profil rasa kacang atau cokelat, bukan buah-buahan yang cenderung asam.

Perhatikan reaksi tubuh Anda setelah mengonsumsi kopi. Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda. Jika gejala GERD tetap muncul, konsultasikan dengan dokter.

Menikmati kopi bagi penderita GERD bukanlah hal mustahil. Kuncinya ada pada pemilihan biji dark roast, teknik cold brew, serta memperhatikan waktu dan cara konsumsi yang tepat. Dengarkan sinyal tubuh demi kenyamanan jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait