Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyambut baik rencana kesepakatan pakta perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Vatikan menyatakan harapan besar agar inisiatif diplomatik ini dapat mengakhiri permusuhan yang tengah berlangsung dan membuka jalan bagi perdamaian dunia yang lebih luas. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Paus Leo XIV dari kediaman musim panasnya di Castel Gandolfo, dekat Roma, pada Selasa (16/6/2026).
Saat ini, delegasi dari AS dan Iran sedang mematangkan persiapan akhir untuk menandatangani pakta perdamaian sementara. Upacara penandatanganan dijadwalkan akan dilaksanakan secara fisik di Swiss pada Jumat pekan ini. Paus Leo XIV menekankan pentingnya dialog dan negosiasi sebagai solusi konflik, dibandingkan kembali ke jurang perang.
"Masih ada beberapa poin yang harus diselesaikan, namun selalu jauh lebih baik menyelesaikannya melalui dialog dan negosiasi daripada kembali ke situasi perang," ujar Paus Leo XIV, Pemimpin Takhta Suci.
Meskipun kesepakatan damai kian dekat, sejumlah ketidakpastian masih menyelimuti salah satu aspek krusial pasca-penandatanganan, yaitu seberapa cepat jalur logistik strategis di Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk lalu lintas umum. Pembukaan kembali jalur vital ini menjadi salah satu kunci penting bagi pemulihan ekonomi dan stabilitas regional.
Paus Leo XIV juga menegaskan perlunya langkah-langkah lanjutan yang komprehensif setelah pakta perdamaian ini ditandatangani. Beliau menggarisbawahi bahwa kesepakatan ini seharusnya menjadi batu loncatan untuk mewujudkan kemaslahatan global yang lebih luas.
"Kita dapat bergerak maju demi kebaikan yang lebih besar. Termasuk di antaranya menghapuskan senjata nuklir, mengupayakan kesejahteraan bagi semua bangsa, serta mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi dan sosial yang timbul akibat dampak buruk konflik ini," tegas Paus Leo XIV.
Sikap vokal Paus Leo XIV dalam isu-isu perdamaian global mencerminkan keprihatinan mendalamnya terhadap eskalasi konflik yang terjadi sejak ia terpilih setahun lalu. Perang di Ukraina yang melibatkan Rusia dan ketegangan antara AS dengan Iran menjadi perhatian utama Paus yang lahir di Chicago ini. Kebijakan luar negeri Vatikan yang mengedepankan diplomasi dan perdamaian sempat memicu dinamika politik di tingkat internasional.
Sebelumnya, sikap Paus Leo XIV dalam menanggapi narasi militeristik dari beberapa pejabat AS sempat menimbulkan perdebatan. Beliau secara terbuka mengkritik ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, menolak klaim Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengenai dukungan teologis untuk agresi militer, serta menyanggah teori perang yang adil yang dikemukakan oleh Wakil Presiden AS JD Vance.
Intervensi Paus Leo XIV dalam isu-isu geopolitik ini menunjukkan peran aktif Takhta Suci dalam mendorong dialog dan mencari solusi damai untuk konflik internasional. Dukungan Vatikan terhadap upaya perdamaian antara AS dan Iran ini diharapkan dapat memberikan dorongan moral yang signifikan bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang langgeng.
Hubungan AS dan Iran sendiri telah lama diwarnai ketegangan, terutama terkait program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan isu-isu regional. Upaya-upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan telah dilakukan berulang kali, namun seringkali terbentur berbagai hambatan politik dan ketidakpercayaan. Kesepakatan pakta perdamaian ini menjadi momen krusial yang dapat mengubah lanskap politik di Timur Tengah dan memengaruhi stabilitas global.
Peran Paus Leo XIV dalam mendorong dialog perdamaian ini bukanlah hal baru. Sejarah mencatat bagaimana para pemimpin Vatikan kerap memainkan peran sebagai mediator dan pemersatu dalam berbagai krisis internasional. Dengan kepemimpinannya yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian, Paus Leo XIV diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi terciptanya dunia yang lebih harmonis.
Pembukaan kembali Selat Hormuz, jika benar-benar terealisasi pasca-kesepakatan, akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi pasokan minyak dunia. Gangguan pada jalur ini dapat menyebabkan kenaikan harga energi global dan memengaruhi stabilitas pasar keuangan internasional. Oleh karena itu, resolusi atas isu ini menjadi perhatian banyak negara.
Perkembangan selanjutnya dari proses penandatanganan pakta perdamaian ini akan terus dipantau dengan seksama. Harapan besar disematkan pada kesepakatan ini untuk tidak hanya mengakhiri konflik langsung antara AS dan Iran, tetapi juga membuka peluang untuk penyelesaian masalah-masalah global lainnya, seperti perlucutan senjata nuklir dan pemulihan ekonomi pasca-konflik.











