Isu mengenai mobil listrik yang disebut rentan mogok akibat gangguan medan magnet di perlintasan kereta api kembali mencuat. Namun, secara ilmiah, anggapan tersebut dinilai tidak berdasar. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa medan magnet di rel kereta api memiliki kekuatan yang sangat kecil.
Yannes memaparkan bahwa kekuatan medan magnet di sekitar rel hanya berkisar antara 0,5 hingga 5 mikroTesla. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan medan magnet alami bumi yang mencapai 25 hingga 65 mikroTesla. Karena frekuensinya sangat rendah di bawah 50 Hz, medan magnet rel tidak memiliki energi yang cukup untuk menginduksi arus listrik yang bisa mengganggu sistem elektronik kendaraan.
Lebih lanjut, Yannes menjelaskan bahwa setiap mobil modern yang dipasarkan wajib lolos uji standar elektromagnetik internasional, seperti ISO 11452. Standar ini mewajibkan ketahanan terhadap radiasi hingga ratusan volt per meter. Sementara itu, paparan medan magnet dari rel kereta api hanya setara dengan kurang dari 0,01 volt per meter.
Selain itu, bodi mobil yang berbahan logam berfungsi secara alami sebagai pelindung elektromagnetik atau Faraday Cage. Struktur ini mampu meredam radiasi eksternal hingga 40 sampai 60 desibel. Hal tersebut membuat pengaruh medan magnet dari rel berkurang hingga 100 sampai 1.000 kali lipat sebelum mencapai unit kontrol elektronik atau ECU mobil.
Kekhawatiran publik sempat dipicu oleh kecelakaan taksi listrik di perlintasan kereta api Bekasi Timur pada 27 April lalu. Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi memastikan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem kelistrikan. Berdasarkan rapat dengar pendapat pada 21 Mei, data dari kotak hitam kendaraan menunjukkan tidak adanya malfungsi sistem sebelum insiden terjadi.
KNKT mengungkapkan bahwa taksi listrik tersebut melaju dengan kecepatan 15 kilometer per jam sebelum transmisi dipindahkan ke posisi netral secara misterius hingga melambat ke kecepatan 3 sampai 7 kilometer per jam. Saat pengemudi berusaha berakselerasi untuk melewati rel, tenaga motor listrik tidak dapat tersalurkan ke roda karena transmisi masih berada di posisi netral.
Temuan ini membuktikan bahwa mobil listrik telah didesain dengan standar keamanan tinggi sejak tahap pengembangan. Kendaraan ini wajib memenuhi berbagai regulasi, termasuk ISO 11451, ISO 11452, serta ISO 7637 untuk menjamin ketahanan sistem tegangan tinggi. Dengan demikian, secara teknis tidak ada mekanisme fisika yang memungkinkan medan magnet rel kereta membuat mobil listrik mati mendadak saat melintas.











